Beny Wahyudi Mengenang Awal Kariernya di Sepak Bola: Irit Ongkos, Menumpang Truk Pasir untuk Berlatih

Bola.com, Jakarta - Beny Wahyudi saat ini dikenal sebagai satu di antara pemain gaek asal Malang, Jawa Timur. Namun, Beny tidak mencapai hal itu dengan mudah.

Kepada kanal Youtube Omah Balbalan, Beny menceritakan awal mula kariernya. Banyak tantangan yang dihadapi sosok yang kini berusia 36 tahun itu ketika masih bermain di level Sekolah Sepak Bola (SSB).

Beny berasal dari sebuah wilayah di Kabupaten Malang yang bernama Turen. Jarak Turen menuju kota Malang sekitar 50 km.

Beny Wahyudi kecil menembuk perjalanan sekitar satu setengah jam dari Turen menuju kota Malang atau sebaliknya.

Menumpang Truk Pasir

<p>Beny Wahyudi (36 tahun) tidak diperpanjang kontraknya oleh PSIS Semarang dan tidak akan membela Laskar Mahesa Jenar di Liga 1 2022/2023 (Dok. PSIS Semarang)</p>

Beny Wahyudi (36 tahun) tidak diperpanjang kontraknya oleh PSIS Semarang dan tidak akan membela Laskar Mahesa Jenar di Liga 1 2022/2023 (Dok. PSIS Semarang)

Beny Wahyudi berasal dari keluarga yang bisa dikatakan pas-pasan. Kondisi itu membuat Beny tidak bisa naik transportasi umum ketika ingin berlatih di SSB yang terletak di kota Malang.

"Saya untuk berlatih ke Malang karena keterbatasan ekonomi, di daerah saya sering dilewati truk pasir. Saya kalau berangkat latihan diberi ongkos sama Ibu ya ongkosnya tidak seberapa jadi saya nggandul truk, sama teman-teman saya di SSB," kenang Beny.

"Kami menumpang sampai ke kota, setelah itu baru jalan kaki ke lapangan buat latihan," sambung Beny.

Terbiasa Mandiri Sejak Kecil

Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa, bercanda dengan Beny Wahyudi saat latihan di Lapangan SPH Karawaci, Banten, Minggu (11/12/2016). Latihan ini merupakan persiapan jelang laga final Piala AFF 2016 melawan Thailand. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)
Kapten Timnas Indonesia, Boaz Solossa, bercanda dengan Beny Wahyudi saat latihan di Lapangan SPH Karawaci, Banten, Minggu (11/12/2016). Latihan ini merupakan persiapan jelang laga final Piala AFF 2016 melawan Thailand. (Bola.com/Vitalis Yogi Trisna)

Beny menyebut saat itu sesi latihan di SSB Arema dimulai sekitar pukul 10 pagi. Namun, ia harus berangkat dari rumah pada pukul setengah enam pagi.

"Setengah enam sudah berangkat ke Malang, padahal latihan itu dimulai jam 10," kata Beny.

Pemain yang sempat lama memperkuat Timnas Indonesia tidak pernah mengeluh dengan kondisi seperti itu. Bahkan, ia merasa kondisi sulit di masa kecil itu memberikan kekuatan tersendiri baginya ketika sudah mencapai level sebagai pemain profesional.

"Kondisi itu menjadi kekuatan sendiri, dari kecil dibiasakan mandiri. Saat sudah berkarier sebagai pemain profesional saya lebih punya tujuan, saya pribadi begitu. Ketika sudah jadi pemain sepak bola profesional, saya harus mendapatkan sesuatu dari sepak bola," tegas Beny.

Kenangan Medali Emas PON 2008

Pemain Timnas Indonesia, Beny Wahyudi, berebut bola dengan pemain Thailand dalam laga leg kedua final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016). (Dok Bola.com)
Pemain Timnas Indonesia, Beny Wahyudi, berebut bola dengan pemain Thailand dalam laga leg kedua final Piala AFF 2016 di Stadion Rajamangala, Bangkok, Thailand, Sabtu (17/12/2016). (Dok Bola.com)

Jawa Timur meraih medali emas cabang olahraga sepak bola di Pekan Olahraga Nasional (PON) 2008. Saat itu PON digelar di Kalimantan Timur.

Beny menjadi bagian dari skuad Jawa Timur itu. Bersama dengan para pemain lain seperti Juan Revi, Andik Vermansyah, Rendi Irwan, dan beberapa pemain lain.

Beny merasa medali emas di ajang itu sangat penting dalam perkembangan kariernya. Medali emas di PON 2008 bisa membuka jalan kariernya menuju sepak bola profesional.

"Sangat berarti, soalnya pada saat itu bisa dibilang menjadi pintu saya dan beberapa pemain lain untuk masuk ke Liga. Kesempatan bermain di Liga sangat sulit, pemain muda harus bersaing mati-matian. Harus benar-benar dari seleksi yang matang," tandas Beny.

Intip Posisi Tim Favoritmu