Benzema relakan tempatnya untuk pemain lain demi tim

Striker Prancis Karim Benzema mengaku tidak pernah menyerah, tetapi demi tim Piala Dunia negaranya ia rela menyerahkan tempatnyan di dalam tim kepada pemain lain setelah ia cedera.

"Saya tidak pernah menyerah dalam hidup saya, tetapi malam ini saya harus memikirkan tim, seperti yang selalu saya lakukan. Jadi, akal sehat memberitahu saya agar memberikan posisi saya kepada seseorang yang dapat membantu tim kami menjalani Piala Dunia yang hebat. Terima kasih atas semua pesan dukungan Anda," tulis Benzema di akun Instagram pribadinya seperti dikutip Xinhua, Senin.

Karim Benzema gagal tampil dalam ajang Piala Dunia FIFA di Qatar karena mengalami cedera otot, kata Federasi Sepak Bola Prancis (French Football Federation/FFF) pada Minggu (20/11).

"Akibat cedera pada otot kuadrisep di paha kirinya, striker Real Madrid itu terpaksa absen di ajang Piala Dunia," demikian diumumkan oleh FFF.

Pengumuman FFF itu mengungkapkan bahwa Benzema terpaksa meninggalkan sesi latihan bersama lebih awal usai merasakan nyeri pada otot kuadrisep di paha kirinya. Dia menjalani pemindaian pencitraan resonansi magnetik (magnetic resonance imaging/MRI) di sebuah rumah sakit di Doha dan dikonfirmasi mengalami cedera rectus femoris, yang pemulihannya membutuhkan waktu tiga pekan.

Ini merupakan pukulan keras bagi Les Bleus (julukan bagi tim nasional sepak bola Prancis), yang berambisi untuk mempertahankan gelar juaranya empat tahun setelah dinobatkan sebagai pemenang Piala Dunia di Moskow (Xinhua)
Ini merupakan pukulan keras bagi Les Bleus (julukan bagi tim nasional sepak bola Prancis), yang berambisi untuk mempertahankan gelar juaranya empat tahun setelah dinobatkan sebagai pemenang Piala Dunia di Moskow (Xinhua)

"Saya sangat sedih untuk Karim, yang menjadikan Piala Dunia kali ini sebagai tujuan utama," ujar pelatih tim nasional sepak bola Prancis Didier Deschamps. "Terlepas dari pukulan baru bagi tim Prancis ini, saya memiliki keyakinan penuh pada tim saya. Kami akan melakukan segala upaya untuk mengatasi tantangan besar yang menanti kami."

Ini juga menjadi kekecewaan besar bagi pemain penyerang itu, yang juga melewatkan kemenangan Prancis pada 2018 usai dirinya dicoret dari skuad Prancis pada 2015.