BerAKSI Di Rumah Saja, Mumuy Asal Lampung dan Wardi Asal NTT Lolos Babak Selanjutnya

Liputan6.com, Jakarta - Beraksi Di Rumah Saja babak Top 15 telah menghadirkan 3 peserta dari Kloter Al Quddus pada episode Selasa (12/5/2020) pagi dini hari tadi.

Membawakan tausiyah bertema “Bersama Allah Wabah Pasti Berlalu”, penyemangat dan motivasi untuk pemirsa di masa pandemi COVID-19 ini, belum mampu membuat Hafidz (Banten) maju ke babak selanjutnya BerAKSI Di Rumah Saja.

Perolehan akhir nilai Hafidz yang berada di urutan terendah harus membuat dirinyarela mendapatkan wassalam dari BerAKSI Di Rumah Saja.

Hafidz DIsalip Mumuy

Mendapatkan Nilai Terendah Atas Tausiyahnya Mengenai “Bersama Allah Wabah Pasti Berlalu”, Hafidz (Banten) Dapatkan Wassalam dari BerAKSI di Rumah Saja. (Indosiar)

Berbeda dengan Hafidz, Mumuy (Lampung) berhasil memperoleh nilai tertinggi dengan dakwahnya yang berjudul “Kemuliaan Umat Nabi Muhammad”.

Ustaz Subki Al Bughury menilai Mumuy memiliki kelebihan pada pembawaan yang selalu ceria dan gembira sehingga saat menyampaikan materi pun jadi mudah dicerna oleh pendengarnya.

“Materi yang dibawakan juga sungguh tepat!” puji Ustaz Subki.

Pujian untuk Wardi

“Corona Oh Corona” Dari Wardi (Nusa Tenggara Timur), Sukses Mendapatkan Pujian Ustadz Taufiqurrahman dalam BerAKSI di Rumah Saja. (Indosiar)

Pujian juga diberikan dewan juri untuk Wardi (Nusa Tenggara Timur) yang membawakan materi mengenai “Corona Oh Corona”. Wardi mengingatkan pendengarnya bagaimana menghindari Corona dengan pengantarlantunan ayat suci Alquran.

Ustaz Taufiqurrahman mengatakan bahwa seluruh ayat yang dibacakan saat tausiyah sangatlah indah dan referensi yang diberikannya juga sudah kuat.

Qari dan Qariah Terbaik

Polling Akhir Beraksi Di rumah Saja Top 15 Kloter Al Quddus. (Indosiar)

Sementara itu, Ramadan Di Rumah Saja juga masih mencari qari dan qariah terbaik dari 34 Provinsi.

Dalam segmen Indonesia Mengaji semalam (11/5/2020), qariah asal Kalimantan Selatan, Najwa, berhasil menyandang predikat terbaik. Ia membawa pulang uang sebesar Rp 3 juta serta maju ke babak selanjutnya.

Suara merdu Najwa dalam melantukan surat Az Zumar ayat 62-67 mampu mencuri hati dewan juri. Kemampuan yang dimilik Najwa menurut Ustaz Nashrullah Jammaluddin, melebihi umurnya yang masih muda, 15 tahun.

“Luar biasa suara dan gerak lagunya,” puji Ustaz Nashrullah.

Najwa, Ika, dan Mina

Hadiah spesial juga diberikan untuk Najwa dari Ustaz Muchlis M Hanafi, yakni berkesempatan untuk mendapatkan beasiswa dan melanjutkan pendidikan di Al-Azhar, Kairo, Mesir.

Sementara Ika (Lampung), qariah yang tampil dan menduduki tempat kedua semalam, dinilai Ustaz Muchlis mempunyai suara yang menyejukkan bagi pendengarnya saat membacakan surat An Nisa ayat 116-118.

Di posisi ketiga ada Mina (Sulawesi Tengah) yang selain bersuara indah saat membaca Alquran, juga mahir menyanyikan lagu kasidah yang melantunkan surat Al Baqarah ayat 264.

Arozali, Fahmi, dan Indra

Selain qariah, tiga qari juga tampil mewakili provinsi masing-masing. Arozali (Kepulauan Riau) mendapatkan tempat pertama dan berhasil mendapatkan uang senilai Rp 3 juta.

Ia maju ke round selanjutnya berkat suara syahdunya saat melantunkan surat An Nur ayat 19-20.

Di tempat kedua ada qari asal Yogyakarta, Fahmi, yang membacakan Al Hujurot ayat 12-13. Sementara di urutan terakhir ditempati oleh Indra (Gorontalo) dengan surat Al Hujurot ayat 6-7.

Saksikan terus Ramadan Di Rumah Saja LIVE setiap hari pukul 22.30 WIB! Pastikan juga untuk menyaksikan program-program Ramadan Penuh Berkah hanya di Indosiar!