BERANI BERUBAH: Berkah Rezeki di Balik Kain Kafan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Edwin Miftahudin adalah salah satu dari banyak pelaku bisnis yang terdampak pandemi Covid-19. Usaha tour dan travel umrah miliknya otomatis sepi saat aturan jaga jarak diberlakukan.

Terbatasnya penerbangan juga menjadi pukulan berat terhadap bisnisnya, dan penghasilan turun menjadi nol. Namun, Edwin tak ingin menyerah. Sebab, dia masih memiliki keluarga dan karyawan yang ingin dia pertahankan dalam masa sulit ini.

Lantas, dia membuka usaha restoran dan juga kain kafan. Dua kombinasi yang tak biasa, namun di saat usaha yang satu sedang landai, satunya lagi bisa menopang.

“Restoran itu dimulai dari bulan Juni 2020. Awalnya hanya satu outlet di daerah Margahayu Raya, Bandung,” ungkap Edwin kepada Tim Berani Berubah.

“Jadi Alhamdulillah efek baik dari kita buka cabang yang di Margahayu, ada karyawan yang dirumahkan dari hotel dan restoran, bisa tetap berkarya di tempat kita,” lanjut dia.

Edwin sadar usaha restorannya saja tak bisa mencukupi kebutuhan. Lagi-lagi karena aturan jaga jarak membuat pengunjung menjadi sangat berkurang. Di situlah usaha kain kafan miliknya bisa menjadi penambal omset.

Penjualan Edwin lakukan sepenuhnya secara online. Dia turut menggaet para mitra reseller, baik dari kenalannya di usaha travel dulu, maupun dengan para ibu rumah tangga di sekitarnya.

“Waktu itu memang sedang banyak orang yang meninggal, dan kebutuhan terhadap kain kafan itu meningkat,” tutur Edwin.

“Nah akhirnya kita memang mengeluarkan salah satu produk paket perlengkapan kain kafan premium,” ujar dia.

Cari Peluang Demi Pertahankan Karyawan

Karyawan Edwin yang sedang mengepak produk. (Foto: Liputan6.com).
Karyawan Edwin yang sedang mengepak produk. (Foto: Liputan6.com).

Edwin menekankan pentingnya untuk terus mencari peluang bisnis di masa pandemi. Di saat satu usaha tak membuahkan hasil, maka harus ada rencana lain demi memiliki penghasilan yang tetap. Semua semata-mata demi bisa sejahtera bersama.

“Ada nasihat lah dari guru bisnis, ketika masa normal, karyawan itu bekerja buat kita. Ketika masa pandemi, mungkin saatnya kita lah, ownernya yang bekerja buat mereka lebih keras lagi,” ucap Edwin.

“Ya munculah akhirnya peluang-peluang tersebut. Ada peluang kain kafan, ada peluang kuliner. Nah ini membuat kita masih bisa survive. Bisa mempertahankan para karyawan. Masih, mereka masih bisa bekerja dengan kita,” dia mengakhiri.

Pastinya cerita ini menjadi kisah inspiratif untuk pantang menyerah di saat kondisi terpuruk. Yuk, ikuti kisah ini maupun yang lainnya dalam Program Berani Berubah, hasil kolaborasi antara SCTV, Indosiar bersama media digital Liputan6.com dan Merdeka.com.

Program ini tayang di Stasiun Televisi SCTV setiap Senin di Program Liputan6 Pagi pukul 04.30 WIB, dan akan tayang di Liputan6.com serta Merdeka.com pada pukul 06.00 WIB di hari yang sama.

Ingin tahu cerita lengkapnya, simak dalam video berikut ya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel