BERANI BERUBAH: Menyulap Lahan Belukar Jadi Kebun Sayur di Tengah Kota

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta- Pandemi Covid-19 menuntut masyarakat untuk terus berinovasi. Semua dilakukan demi bisa bertahan di tengah situasi sulit ini. Tak hanya lapangan pekerjaan yang terdampak, namun ketahanan pangan juga menjadi sutau permasalahan.

Karena itu, tak sedikit pula dari warga yang bekerja sama untuk bisa saling mendapat sesuap nasi. Salah satunya adalah Kelompok Tani Angsana 12, inovasi warga Bumi Sawangan Indah 2, Depok yang menyulap lahan kosong menjadi lahan tani untuk ditumbuhi berbagai macam tanaman. Meski berada di tengah kota, namun warga berhasil dalam bertani.

“Memang dasarnya kita semua bukan adalah bukan petani. Tapi kita semua adalah di sini pekerja. Tujuan kita satu, untuk sehat dalam pandemi ini,” ungkap Bambang Jaya Supena, Ketua Kelompok Tani Angsana 12 kepada Tim Berani Berubah.

“Lahan tani kita garap di sini sejak bulan September tahun 2020. Kita lahan yang cukup semak belukar sudah 18 tahun terbengkalai. Oleh Pemerintah Kota Depok, ini adalah Fasos Fasum. Kita berdayakan selama pandemi ini, kita gerakkan pada seluruh warga,” lanjut dia.

Sejak September 2020, lahan tersebut telah menghasilkan pangan bagi warga sekitar. Bagi warga yang terdampak pandemi, hasil panen tersebut adalah berkah tak ternilai. Selain itu, dalam menanam warga pun memiliki cara yang terbilang unik.

Padi ditanam dengan cara hidroganik, di mana di bawahnya ada kolam ikan yang benihnya sudah disemai dulu di dalam gelas plastik selama 15 hari. Setelah ikan sudah cukup umur, mereka lalu dipindah ke lahan kolam. Padi ini pun akhirnya mendapatkan proteinnya dari kotoran ikan.

“Dan untuk buah sayurnya, terong, buah selada, terus banyak yang lainnya, seperti kacang panjang. Semua kita ada di sini semua,” tutur Bambang.

Digarap Bersama oleh Warga

Penampakan Lahan Tani di Bumi Sawangan Indah 2, Depok yang diolah oleh Kelompok Tani  Angsana 12. (Foto: Liputan6.com).
Penampakan Lahan Tani di Bumi Sawangan Indah 2, Depok yang diolah oleh Kelompok Tani Angsana 12. (Foto: Liputan6.com).

Selain memenuhi kebutuhan pangan, lahan tani ini juga membuat warga menjadi semakin kompak. Hubungan antar tetangga pun semakin erat karena semuanya saling bekerja sama untuk bisa bertahan.

“Yang mengurus lahan kebanyakan adalah para warga di lingkungan. Yang mana aktivitas dia sehari-hari memang lagi WFH, kita bisa bergilir. Jadi yang ada waktunya, kita turun ke kebon. Untuk berjemur,” ungkap Bambang.

Warga pun membuang jauh rasa gengsi dalam bersama merawat lahan tani ini. Sebab, mereka sadar bahwa hal ini digarap bersama demi kebaikan bersama. Jadi, semuanya aktif dalam membantu merawat lahan tani ini.

“Selama pandemi memang kita sudah pasti mempunyai keterbatasan, terutama untuk keluar-keluar ya. Jadi dengan adanya pertanian ini, kita sangat terbantu sekali. Kita enggak perlu keluar komplek, kita sudah mendapatkan sayuran organik,” Bambang mengakhiri.

Pastinya cerita ini menjadi kisah inspiratif untuk pantang menyerah di saat kondisi terpuruk. Yuk, ikuti kisah ini maupun yang lainnya dalam Program Berani Berubah, hasil kolaborasi antara SCTV, Indosiar bersama media digital Liputan6.com dan Merdeka.com.

Program ini tayang di Stasiun Televisi SCTV setiap Senin di Program Liputan6 Pagi pukul 04.30 WIB, dan akan tayang di Liputan6.com serta Merdeka.com pada pukul 06.00 WIB di hari yang sama.

Ingin tahu cerita lengkapnya, simak dalam video berikut ya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: