Berani Berubah: Sulap Lahan Kosong jadi Tanaman Hidroponik Berpenghasilan Jutaan

Merdeka.com - Merdeka.com - Nurul, Ketua Kelompok Tani Hidroponik bersama anggotanya, menyulap lahan kosong menjadi lahan tanaman hidroponik. Kegiatan ini bermula tahun 2019, dilakukan untuk mengisi waktu-waktu kosong anggotanya. Tanaman hidroponik ini juga menjadi peluang menghasilkan uang di masa pandemi Covid-19 tahun 2020.

"Karena banyaknya warga yang mengurangi mobilitas. Mereka enggan utnuk belanja keluar. Kami menawarkan, kalau panen kita online kan. Begitu panen, kita jual, antar ke mana-mana," kata Nurul.

Menurut Nurul, menanam sayuran hidroponik tidak perlu lahan yang luas. Asalkan bisa dirawat, air yang cukup dan terkena sinar matahari.

Dari hasil panen sayuran hidroponik, kelompok tani ini bisa meraup untung Rp2.000.000 dalam sebulan, untuk satu jenis sayuran.

"Satu instalasi lubang seratus, itu kita tanami pokcoi. nanti kita bikin harga Rp25.000. Kita sekali panen kurang lebih 30 hari, Rp400.000. kalau kita punya instalasi ada lima, sebulan sekali panen kita dapat Rp2.000.000," kata Nurul.

Nurul mengajak warga untuk berani bercocok tanam, meski di lahan yang sangat minim. Tidak perlu takut untuk memulai usaha.

"Manfaatkan tanah pekarangan untuk menambah pendapatan keluarga. Dan terus menjadi orang yang bisa berinovasi dan juga kreatif," kata Nurul. [fly]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel