Berapa Banyak Pendekatan yang Harus Dijalani Sebelum Menemukan Jodoh Sejati?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Sepertinya banyak aplikasi kencan telah mempermudah setiap manusia untuk bertemu orang baru.

Selain itu, Anda bahkan tidak perlu meninggalkan rumah untuk melihat pilihan yang ingin dimiliki.

Mengutip dari Bright Side, Kamis (25/3/2021), masih menjadi tantangan bagi banyak orang untuk menemukan satu orang yang tepat untuk menjadi pasangan hidupnya.

Dominik Czernia, Ph.D. kandidat dalam fisika partikel kental, mengetahui perjuangan untuk mencoba menemukan seseorang yang tepat tersebut.

Sehingga dia memutuskan untuk menerapkan pendekatan ilmiah untuk menemukan pasangan yang sempurna.

Perhitungan yang tepat dapat membantu menyelesaikan masalah

Ilustrasi Pasangan Credit: unsplash.com/Milan
Ilustrasi Pasangan Credit: unsplash.com/Milan

Kita sering membuat keputusan berdasarkan perasaan dan emosi, dan itu mungkin tampak seperti satu-satunya cara jika menyangkut sesuatu seperti cinta dan persahabatan.

Namun ternyata, bahkan konsep-konsep ini dapat memperoleh manfaat dari penerapan perhitungan yang tepat pada pengambilan keputusan untuk perasaan mereka.

Omni Calculator adalah perusahaan rintisan Polandia yang dapat membantu untuk melakukan hal itu.

Mereka menciptakan ratusan kalkulator yang dibuat khusus yang dapat menghitung apa saja.

Mulai dari jam berapa seseorang perlu tidur hingga bangun dengan tubuh segar, hingga berapa banyak berat badan yang bisa diturunkan dengan bermain Pokémon GO, hingga kepribadian seperti apa yang dimiliki.

Ada aturan untuk memberi tahu kapan waktunya untuk berumah tangga

ilustrasi pasangan menikah/Photo by Alvin Mahmudov on Unsplash
ilustrasi pasangan menikah/Photo by Alvin Mahmudov on Unsplash

Perhitungan untuk mendapatkan pasangan ini menggunakan aturan berhenti optimal.

Aturan tersebut mencoba untuk memecahkan masalah pemilihan waktu yang tepat untuk mengambil tindakan tertentu, sehingga dapat memaksimalkan hasil yang diharapkan atau meminimalkan biaya yang diharapkan berdasarkan variabel acak.

Itu berarti, jika diterapkan pada kencan, akan membantu untuk mengetahui apakah orang yang saat ini sedang bersama cocok atau harus terus mencari pasangan yang lebih baik.

Dapat meningkatkan peluang untuk berakhir dengan orang yang tepat

ilustrasi pasangan bahagia/Photo by Jonathan Borba on Unsplash
ilustrasi pasangan bahagia/Photo by Jonathan Borba on Unsplash

Menurut aturan ini, dari total jumlah kencan potensial yang akan dijalani, maka harus menolak 37% pertama dari mereka.

Misalnya, jika berencana dengan 35 orang sepanjang hidup, maka harus menolak 12 orang pertama.

Langkah selanjutnya adalah memilih orang berikutnya yang lebih baik daripada siapa pun yang pernah ditemui sebelumnya, pendekatan ini akan memberi kesempatan lebih tinggi untuk bertemu orang yang tepat.

Perhitungan yang tepat memiliki beberapa variabel lagi agar hasilnya lebih berguna dalam situasi kehidupan nyata.

Bisa dengan cara memasukkan berapa bulan atau tahun untuk menemukan pasangan yang ideal, berapa banyak pendekatan yang akan dijalani, dan lain sebagainya.

Dengarkan intuisi dan jangan kehilangan semangat

Ilustrasi pasangan romantis. Sumber foto: unsplash.com/Savs.
Ilustrasi pasangan romantis. Sumber foto: unsplash.com/Savs.

Tentu saja, tidak ada cara untuk mengetahui jumlah pasti pendekatan yang telah dilakukan dalam hidup seseorang.

Penelitian telah menunjukkan bahwa, ketika orang membuat keputusan, mereka cenderung berhenti lebih awal dari yang diperkirakan oleh aturan penghentian yang optimal.

Namun, kalkulator ini tidak 100% akurat, meskipun ada cara untuk mengetahui jumlah orang yang akan dikencani seumur hidup Anda.

Sangat mungkin untuk bertemu belahan jiwa pada kencan pertama, dan jika mengikuti saran kalkulator, maka kemungkinan besar akan menolaknya namun setiap kandidat berikutnya tidak akan sebaik kandidat pertama.

Jadi secara keseluruhan, penting untuk mendengarkan apa yang dikatakan hati, tetapi juga tidak kehilangan harapan jika telah mencari orang yang tepat untuk waktu yang lama dan masih belum menemukannya.

Reporter: Veronica Gita

Infografis Kekerasan dalam Pacaran

Infografis Kekerasan dalam Pacaran (liputan6.com/Abdillah)
Infografis Kekerasan dalam Pacaran (liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Juga Video Ini: