Berapa Donat Lagi bagi Melbourne Sampai Dinyatakan Bebas COVID-19?

Renne R.A Kawilarang, ABC Indonesia
·Bacaan 3 menit

Setelah 11 hari berturut-turut tanpa penularan baru virus corona, banyak warga Victoria mulai bertanya apakah negara bagian ini hampir memberantas virus COVID-19 sama sekali.

Hari tanpa kasus penularan atau kematian terkait virus corona di Australia disebut sebagai "Hari Donat", karena donat melambangkan angka nol.

Lalu apa yang diperlukan agar Victoria yang beribukota Melbourne dinyatakan bebas COVID-19? Apakah kemungkinan itu benar-benar bisa terjadi setelah gelombang kedua yang begitu serius?

Kami telah meminta para ahli untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut.

Victoria mungkin sudah berada di jalur yang tepat Otoritas kesehatan Victoria mengatakan tes masih merupakan bagian penting dari strategi negara bagian untuk membendung COVID-19. (Reuters: Lindsey Wasson)

A coronavirus test in a bag
A coronavirus test in a bag

Ahli epidemiologi Universitas La Trobe Hassan Vally mengatakan ada kemungkinan virus itu pada dasarnya telah tereliminasi di Victoria.

"Anda belum bisa memastikannya saat masih dalam masa inkubasi virus," ujarnya.

"Bisa jadi ada yang terjangkit virus 12 hari lalu dan belum menunjukkan gejala karena belum dites," ujarnya.

"Jadi mungkin saja masih ada beberapa virus yang belum terdeteksi, tetapi semakin lama hari tanpa kasus baru yang terdeteksi, kita semakin yakin jika telah memusnahkan virus tersebut."

Hassan Vally is an epidemiologist at LaTrobe University.
Hassan Vally is an epidemiologist at LaTrobe University.

Dr Hassan Vally mengatakan otoritas kesehatan telah menggunakan strategi "penekanan agresif" untuk mengendalikan kasus virus corona di Victoria dan dapat menghilangkannya. (Supplied: LaTrobe University)

Dr Vally mengatakan karena virus corona saat ini masih cukup baru, belum ada kesepakatan untuk menentukan seberapa lama hari tanpa kasus penularan yang dibutuhkan untuk dianggap virus telah musnah.

Tetapi ia mengatakan ada pandangan umum jika 28 hari tanpa kasus penularan bisa menjadi syarat telah bebas COVID-19, karena rentang waktu tersebut mewakili dua periode inkubasi untuk virus corona.

"Jika terjadi nol kasus selama 28 hari, hampir tidak ada peluang terjadinya penularan komunitas," kata Dr Vally.

Dia mengatakan beberapa ilmuwan mungkin akan berpendapat jika 28 hari adalah rentang waktu yang sangat konservatif.

Dr Vally mengatakan Victoria sudah berada dalam posisi di mana pihak berwenang kesehatan yakin hanya ada sedikit penularan di komunitas.

"Risiko sebenarnya adalah virus yang berasal dari luar negeri, sehingga kita harus benar-benar waspada terhadap karantina hotel dan siapa yang kita biarkan masuk ke wilayah negara bagian atau ke negara," ujarnya

Namun Victoria masih berisiko COVID-19 Profesor Mary-Louise McLaws mengatakan Australia sekarang perlu mengembangkan pendekatan penanganan COVID-19 secara nasional. (News Video)

Epidemiologist Mary-Louise McLaws calls for tower residents in large families to be moved to slow down infection rate
Epidemiologist Mary-Louise McLaws calls for tower residents in large families to be moved to slow down infection rate

Profesor epidemiologi Universitas New South Wales, Mary-Louise McLaws mengatakan akan sulit untuk menghilangkan virus corona sepenuhnya sementara kasus masih meningkat di belahan lain dunia.

"Kami mendapati penyakit yang datang secara tidak sengaja dengan kapal kargo, pesawat kargo yang membawa barang-barang penting, pramugari dan pilot yang datang bersama penduduk Australia yang melancong dan pulang dari luar negeri," katanya.

"Dan para pelancong yang kembali itu adalah risiko, risiko kecil [yang bisa] bocor ke masyarakat umum."

Dia mengatakan fakta jika banyak orang tidak mengalami gejala apapun saat mereka mengidap COVID-19 juga membuat virus ini menjadi lebih sulit untuk dihilangkan, tetapi jangka waktu 28 hari untuk menilai apakah masih ada kasus di komunitas dianggap masuk akal.

"Mengincar angka nol sangat bagus, karena tidak mungkin tindakan menekan virus dilakukan tanpa menargetkan angka nol, tetapi jangan kecewa jika sesekali ditemukan sejumlah kasus, karena kita sedang dalam pandemi," katanya.

Profesor McLaws mengatakan, seiring dengan pembukaan perbatasan negara, akan menjadi lebih penting bagi Australia untuk memiliki pendekatan nasional guna menekan COVID-19.

Artikel ini diproduksi oleh Hellena Souisa dari artikel ABC News