Berapa lama hakim berani vonis Rasyid Rajasa?

MERDEKA.COM. Terdakwa kasus kecelakaan maut yang menewaskan dua orang, Rasyid Amrullah Rajasa (22) hari ini, Senin (25/3) akan mendengarkan pembacaan vonis oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Timur. Berapa lama hakim berani menghukum putra bungsu Menko Kesra Hatta Rajasa itu?

Dalam dakwaannya, Rasyid dijerat dengan Pasal 310 ayat 4 Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 12 juta.

Selain itu, jaksa juga mendakwa Rasyid dengan dakwaan subsider Pasal 310 ayat 3 jo Pasal 310 ayat 2 UU Nomor 22 Tahun 2009.

Namun, dakwaan itu berubah drastis saat proses persidangan berlangsung dan jaksa penuntut umum menyampaikan tuntutan hukum pada persidangan Kamis (7/3) lalu.

JPU hanya memberikan tuntutan ringan pada Rasyid yakni 8 bulan bui dengan percobaan 12 bulan. Artinya, jika tuntutan nanti sama dengan vonis hakim, Rasyid tidak ditahan asalkan selama 12 bulan tidak melakukan tindakan yang sama lagi.

"Meminta majelis hakim menjatuhkan pidana 8 bulan, percobaan 12 bulan. Denda 12 juta subsider 6 bulan kurungan," kata ketua Jaksa Penuntut Umum (JPU) Tengku Rahman.

Berbeda dengan kasus kecelakaan lainnya yang memvonis tersangkanya dengan hukuman maksimal 5 tahun penjara, dalam kasus Rasyid, JPU memiliki alasan tersendiri yaitu berdasarkan pada keadaan sosiologis dan keadaan yuridis yang mempengaruhinya.

"Keadaan sosiologis itu seperti misalnya adanya perdamaian antara terdakwa dengan keluarga korban, kemudian keluarga korban menganggap ini sebagai musibah," terang jaksa Tengku Rahman.

Sementara itu menurut Pelaksana Harian (PLH) Kajari Jakarta Timur, Kardi  menjelaskan ada banyak hal yang meringankan terdakwa dibandingkan hal yang memberatkan. Di antaranya adalah pihak keluarga Rasyid telah bertanggung jawab kepada seluruh korban dan ahli waris seperti memberi  santunan diobati sampai sembuh. Soal pendidikan, perdamaian, dan korban tidak akan menuntut apapun dan memaafkan terdakwa, sudah menganggap bagian keluarga.

Sementara itu, dalam pembacaan nota pembelaannya (pledoi), Rasyid yang tercatat berkuliah di salah satu universitas di London, Inggris ini meminta dibebaskan dari segala dakwaan.

"Saya mohon dapat membebaskan dari tuntutan hukum. Pada akhirnya, saat saya kembali nanti mendapatkan untuk negara yang saya cintai," kata Rasyid saat membacakan pledoi di Pengadilan Negeri Jakarta Timur.

Tidak hanya itu, Rasyid juga berharap kepada majelis hakim agar tidak menjatuhkan hukuman penjara kepadanya dengan alasan bahwa saat ini dirinya masih menjalani proses kuliah yang telah memasuki tahun terakhir di London.

Rasyid mengaku sejak tersangkut masalah ini, dia terancam tidak dapat menyelesaikanya sekolahnya. Dia meminta kepada majelis hakim agar bisa mempertimbangkan masa kuliahnya yang hanya sisa dua semester lagi.

"Kalau saya dikeluarkan dari kuliah, berakhirlah harapan membanggakan keluarga saya. Saya ingin jadi putra Indonesia berbakti kepada negara," ujarnya.

Apakah hakim akan memberikan hukuman yang setimpal pada putra bungsu Hatta Rajasa ini, atau majelis hakim malah memberikan vonis bebas kepada Rasyid yang telah menewaskan dua orang ini?

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.