Berapa Lama Spesies Makhluk Hidup di Bumi Akan Punah? Ini Kata Ahli

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Dalam 4,5 juta tahun, paus biru yang agung sudah menjadi penghuni lautan, sementara kerabat dekat dengan manusia yaitu Neanderthal tidak terlalu memperdulikan hal itu dalam beberapa ratus ribu tahun. Tapi, apakah makhluk-makhluk itu merupakan perwakilan dari spesies secara keseluruhannya?

Lalu berapa lama spesies biasanya dapat bertahan sebelum mereka punah?.

Dilansir dari Livescience, Selasa (10/11/2020), karena perusakan habitat, perubahan iklim, dan berbagai faktor lainnya, juga tumbuhan dan hewan punah dari planet ini lebih cepat. Beberapa ahli mengatakan kita berada dalam kejadian adanya kepunahan massal keenam. Tetapi, dalam periode sejarah di Bumi yang lebih tenang juga menghasilkan jawaban yang bervariasi, itu tergantung pada jenis spesies yang dilihat.

Untuk mamalia, spesies rata-rata hidupnya ada selama 1 hingga 2 juta tahun, menurut sebuah artikel dari jurnal People & the planet. Namun tidak berlaku dalam periode geologi untuk semua mamalia, pada era Kenozoikum rata-rata adalah 3,21 juta tahun, dengan mamalia yang lebih besar dapat bertahan lebih lama ketimbang mamalia yang lebih kecil, menurut studi pada tahun 2013 dari Integrative Zoology.

Tetapi untuk spesies invertebrata durasinya lebih mengesankan, yaitu rata-rata kehidupan antara 5 hingga 10 juta tahun.

Bagaimanapun angka-angka ini kontroversial, para ahli tidak menyetujui jumlah waktu rata-rata spesies dalam kategori apapun bertahan sebelum punah. Pada catatan fosil yang mendokumentasikan kapan suatu spesies muncul atau kapan punahnya hanya meninggalkan kesalahan, dikarenakan kondisi harus sempurna untuk membentuk suatu fosil, dan kondisi itu tidak selalu ada saat suatu spesies muncul, dan statistik umur panjang itu tidak terlalu berguna.

Kepunahan Dialami Banyak Spesies

Ilustrasi – Lebah, salah satu hewan yang disebut dalam Al Quran. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Ilustrasi – Lebah, salah satu hewan yang disebut dalam Al Quran. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Ahli kepunahan terkemuka dan ahli ekologi konservasi di Sekolah Lingkungan Nicholas Universitas Duke, Stuart Pimm mengatakan jika dirinya lebih suka memikirkan kepunahan dalam berapa banyaknya spesies yang punah pada setiap hari, bulan, atau tahunnya.

“Lebih mudah untuk memikirkan hal dalam tingkat kematian, terutama karena ada beberapa spesies yang hidup sangat lama.” Kata Pimm.

“Kemudian ada spesies lain yang berumur pendek, dan rata-rata tidak terlalu membantu sebanyak yang Anda kira.” Lanjutnya.

Tingkat kematian pada spesies ini, disebut tingkat kepunahan latar belakang yang juga diperdebatkan. Pimm menempatkan angka bersejarah adalah angka yang mencakup sepanjang masa, tidak termasuk kepunahan massal, pada sekitar satu spesies yang punah per 1 juta spesies per tahunnya. Maka sebagai perbandingannya, ada sekitar 8,7 juta spesies di planet ini, menurut sebuah studi pada jurnal PLOS Biology.

Tetapi, para ahli lain memperkirakan spesies itu akan mati, biasanya dengan kecepatan 0,1 spesies per juta tahun, dan masih ada dua spesies yang lainnya menurut artikel penelitian jurnal Science Advances. Tingkat kepunahan saat ini jauh lebih tinggi dari pada prediksi manapun dari masa lalu, sekitar 1.000 kali lebih banyak dari perkiraan tingkat kepunahan latar belakang kata Pimm.

Kepunahan Spesies Dipercepat

Ilustrasi Cumi-Cumi Credit: unsplash.com/Francis
Ilustrasi Cumi-Cumi Credit: unsplash.com/Francis

Namun, tidak semua orang menyetujui tentang bagaimana kepunahan spesies dipercepat sekarang, kata Tierra Curry, seorang ilmuwan senior dari Center for Biological Diversity di Oregon. Beberapa ahli juga memperkirakan bahwa tingkat kepunahan saat ini hanya sekitar 100 kali lebih cepat atau disisi lain 10.000 kali lebih cepat.

Beberapa alasan mengapa perkiraan tingkat kepunahan saat ini itu bervariasi.

“Tingkat kepunahan didasari pada beberapa banyak spesies di bumi dan seberapa cepat mereka punah,” kata Curry.

“Dan tidak ada yang benar-benar mengetahui jawabannya untuk saat satu pertanyaan itu,” lanjutnya. Sekitar 90% spesies yang hidup itu juga adalah sebagian besarnya dari serangga, tambah Pimm.

Jika para peneliti tidak mengetahui bahwa suatu spesies ada, maka mereka tidak akan tahu bahwa spesies itu sudah punah. Komplikasi lainnya adalah sulit untuk mengetahui kapan spesies itu mati, hanya karena para peneliti tidak melihatnya selama bertahun-tahun bukan berarti mereka hilang untuk selamanya.

Perhitungan itu bisa menjadi lebih sulit ketika suatu spesies punah di alam liar, tetapi tetap hidup di kebun binatang, suatu hal yang disepakati oleh para ahli adalah tingkat kepunahan modern itu terlalu tinggi.

“Spesies beradaptasi secepat mungkin,” kata Pimm. “Tapi, akhirnya keberuntunganpun habis dan mereka tidak dapat beradaptasi dengan cukup cepat, lalu mereka punah.”

Reporter : Romanauli Debora

Saksikan VIdeo Pilihan di Bawah Ini: