Beras olahan Jakbar bisa dipasarkan di pasar hingga swalayan moderen

·Bacaan 2 menit

Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menegaskan, produk beras dari kelompok tani Hisbul Waton, Kalideres sudah bisa dipasarkan di pasar resmi hingga swalayan moderen, setelah memperoleh izin edar dari Otoritas Kompeten Keamanan Daerah Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) setempat.

"Sudah dapat izin edar dan bisa dijual di pasar swalayan dan beberapa pasar," kata Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Jakarta Barat, Iwan Indriyanto, saat dihubungi di Jakarta Barat, Senin.

Iwan mengatakan izin tersebut sudah keluar sejak awal April lalu dan sejak saat itu pula beras hasil pengelolaan kelompok tani itu sudah beredar di pasaran.

Sampai saat ini, Sudin KPKP tetap melakukan pemantauan produk tani dari pada kelompok tani di wilayah Jakarta Barat.

Iwan berharap dengan beredarnya produk beras lokal tersebut, tingkat perekonomian para petani yang tergabung dalam kelompok tani bisa terbantu.

Baca juga: Kelompok tani di Kalideres produksi 200 beras kemasan dalam sehari

Sebelumnya ,warga yang tergabung dalam Kelompok Tani Hisbul Waton, Semanan, Kalideres, Jakarta Barat, dalam sehari mampu memproduksi 200 beras kemasan dengan berat masing-masing enam kilogram.

"Kita bisa mengemas 200 bungkus per hari. Ini bukan hanya dari sawah yang dikelola Kelompok Tani Hisbul Waton tapi gabungan dari lima kelompok tani," kata Ketua Kelompok Tani Hisbul Waton, Kalideres, Jakarta Barat, Putra Aryapramuja.

Putra menjelaskan, proses pengemasan dilakukan para petani dari pengumpulan gabah hingga pengemasan beras. Kelompok tani di bawah naungannya mengelola hampir 40 hektare sawah.

"Pengolahan sawah itu oleh dua bagian di dalam kelompok tani. Satu bagian pengolahan sawah dan satu lagi bagian pengemasan dan promosi," kata Putra.

Kelompok tani pertama bertugas memanen hasil tani berupa gabah dan memprosesnya menjadi beras. Dalam proses itu, mereka juga melakukan pemilahan secara manual antarbutir beras yang hancur dan masih utuh.

Baca juga: Pemkot Jakbar bantu petani Kalideres memasarkan produk pertanian

"Beras yang pecah-pecah, kita pisah dan kita jual butiran beras yang utuh. Makanya kami bisa jual Rp12.000 per kilogramnya," kata dia.

Setelah proses pemilahan, beras tersebut lalu dikemas oleh kelompok tani yang bertugas untuk mengemas dan mempromosikan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel