Berawal Cari Orang Hilang, Polisi Amankan Terduga Pelaku Mutilasi Perempuan di Bekasi

Merdeka.com - Merdeka.com - Sosok pria bernama M. Ecky Listiyanto (34) yang dikabarkan hilang, ternyata terseret dalam kasus dugaan pembunuhan. Setelah proses pencariannya di sebuah rumah kontrakan di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat (Jabar) berujung ditemukannya mayat mutilasi wanita.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan menjelaskan kronologi kejadian berawal dari Kamis 29 Desember 2022 sekitar jam 23.00 Wib saat Anggota Resmob Unit 4 Polda Metro Jaya mulai menindaklanjuti laporan orang hilang.

"Laporan tentang Orang hilang dari Polsek Bantar Gebang selanjutnya Anggota unit 4 Resmob Polda metro jaya melakukan Lidik dan mengarah ke TKP," kata Zulpan dalam keterangannya, Jumat (30/12).

Kemudian sesat Anggota Resmob Polda Metro Jaya melakukan olah TKP ditemukannya Ecky. Ternyata ditemukan mayat wanita yang dimutilasi dan terbungkus dalam dua plastik box container.

"Di TKP langsung mengamankan tersangka dan dilakukan penggeledahan dan saat melakukan penggeledahan ditemukan 2 box kontainer yang berisikan kantong plastik hitam yang di dalamnya mayat berjenis perempuan," katanya.

Dengan ditemukannya sesosok mayat yang berada dalam box kontainer, Ecky pun dijerat sebagai tersangka dugaan pembunuhan sebagaimana dimaksud dalam pasal 338 KUHP.

Adapun untuk tindak lanjut saat ini yang dilakukan pihak kepolisian selain memeriksa tersangka, juga memeriksa saksi-saksi serta mencoba menghubungi keluarga korban dan mencari rumah duka.

Diawali Kasus Orang Hilang

Sebelumnya, sesosok jasad wanita dimutilasi ditemukan di sebuah rumah kontrakan yang beralamat di Desa Lambangsari, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, Jumat (30/12) dini hari.

Seorang saksi Dian Ardiansyah yang merupakan warga sekitar mengatakan, penemuan jasad wanita itu berawal dari pencarian seorang laki-laki berinisial MEL yang dilaporkan hilang oleh petugas dari Polda Metro Jaya.

"Jadi awalnya ada anggota dari Polda menanyakan info orang hilang atas nama Ecky, terus sampai ke rumah saya, mereka menanyakan, saya jawab tidak kenal. Tapi info dari polisi katanya tinggal di sini," kata Dian di lokasi, Jumat (30/12).

Polisi tersebut kemudian melihat ada empat pintu kontrakan dan menanyakan terkait penghuni kepada Dian. Saat dicek ternyata terdapat selembar kertas yang dituliskan oleh pemilik kontrakan ditujukan kepada seseorang bernama Ecky.

"Anggota polisi nanya ada kontrakan? Saya bilang ada. Saya tunjukkan di sini karena kosong ini. Ada empat pintu yang diisi, yang dua ini kosong yang dua lagi di ujung ada. Nah kata pihak kepolisian begitu melihat ada kertas, ada nama Ecky di sini, mereka yakin bahwa dia yang mengontrak di sini," kata dia.

Sosok Terduga Pelaku

Jauh sebelum itu, jika sosok M Ecky Listiantho (34) ternyata sempat dikabarkan hilang dan tak ada kabar selama lima hari ini. Istri Ecky, Ellyzar Zachra (34) sudah mencari ke sana-sini namun usahanya belum membuahkan hasil.

Dia bercerita sebelum menghilang, Ecky sempat dirawat di rumah sakit karena pendarahan di bagian lambung. Setelah keluar dari rumah sakit, dokter berpesan agar Ecky istirahat total (bed rest) di rumah selama sepekan.

Pada Jumat (23/12) pagi sekitar pukul 09.00, Ecky mengirimkan pesan WhatsApp kepada istrinya bahwa dia hendak ke bank. Kepada Acha, Ecky mengaku ketika itu kondisinya sudah mulai membaik sehingga dia pun pergi sendiri menggunakan Grab.

"Setelah Mas Ecky WA, gue langsung balas. Tetapi ternyata cuma checklist satu," ungkap Acha.

Dia menuturkan saat bertolak pergi dari rumah, adik dan anaknya yang masih balita sempat melihat Ecky. Itu adalah terakhir kalinya Ecky terlihat di rumah. Setelah beberapa lama tak ada kabar, Acha mulai khawatir.

Dia kemudian mencari bank yang dituju Ecky. Dari catatan transaksi yang didapat, ada penarikan tunai sejumlah uang di ATM Bank Mandiri Cabang Rawalumbu pada Jumat pukul 16.00. Acha akhirnya membuat laporan orang hilang ke Polsek Bantargebang.

Acha sedang berusaha mencari tahu keberadaan suaminya ke pihak Grab untuk menelusuri jejak suaminya saat pertama kali meninggalkan rumah.

"Akunnya tapi sudah dihapus, padahal 23 Desember masih aktif," kata dia.

Saat pihak keluarga menelusuri ponselnya, diketahui Ecky terdeteksi berada di Kalimalang, Jakarta Timur pada Sabtu (24/12) pukul 09.00. Namun, setelah itu, ponselnya mati.

"Kalau ada yang bisa sebar informasi ini, sangat berarti. Bantuan sekecil apapun sangat membantu kami untuk mencari Mas Ecky," ungkap dia.

Ecky memiliki ciri-ciri fisik tinggi badan 170 cm, kulit cokelat, badan agak kurus, domisili Mustikasari, Bekasi Timur. Terakhir, Ecky pergi menggunakan baju koko Rabbani merah dengan dalaman kaus. [rhm]