Berawal Saling Ejek Lalu Tawuran, Satu Pelajar Depok Tewas Dibacok

Merdeka.com - Merdeka.com - Tawuran di kawasan Grand Depok City (GDC) Sukmajaya Depok, Senin (12/9) sore, mengambil korban jiwa. Seorang pelajar dilaporkan tewas setelah sempat dirawat di rumah sakit.

Korban adalah AZ (20), siswa dari salah satu sekolah swasta di Depok. Pelaku adalah IB (19).

Berdasarkan informasi dihimpun, tawuran itu berawal dari saling ejek. Kemudian kedua kelompok tersebut janjian di sosial media. "Jadi ini sudah tren, mereka kalau di medsos itu saling ledek-ledekan lah," kata Kapolres Metro Depok Kombes Imran Edwin Siregar, Rabu (14/9).

Kedua kelompok membuat rencana bertemu di GDC pada malam hari. Kedua kelompok pun bertemu dengan berbekal senjata tajam berupa celurit hingga stik golf. "Setelah Ashar, sore janji sempat batal tapi kemudian terjadi (tawuran) pada jam 21.00 WIB, itu kejadiannya di sekitar GDC. Ini pelaku mencari lawan secara acak, siapa aja yang muncul," tambahnya.

Pelaku Terancam 7 Tahun Penjara

Ketika kedua kelompok bertemu, mereka langsung tawuran. Saat bersamaan, pelaku menusuk korban menggunakan celurit yang dibawa dari rumah temannya. "Korban dibacok dua kali di ketiak dan bahu," ujarnya.

Setelah korban terluka, pelaku langsung meninggalkan lokasi. Sementara korban dibawa ke rumah sakit untuk menjalani perawatan. Namun korban akhirnya meninggal dunia keesokan harinya.

"Korban tewas Selasa akibat luka yang dideritanya," ungkapnya.

Polisi kemudian melakukan pengejaran terhadap pelaku. Kurang dari 24 jam pelaku langsung diamankan. "Sekitar 1 x 24 jam pelaku berhasil diamankan," katanya.

Pelaku dijerat dengan Pasal 351 ayat (3). "Ancaman hukuman tujuh tahun penjara," pungkasnya. [yan]