Berbagai Bahaya Konsumsi Alkohol, Jantung hingga Kerusakan Otak

Tasya Paramitha
·Bacaan 1 menit

VIVA – Terlalu banyak mengonsumsi alkohol dapat memicu kecanduan. Penderita kecanduan alkohol akan sangat sulit untuk menahan keinginannya untuk mengonsumsi alkohol.

Jika keinginan tersebut tidak dapat dipenuhi, ia dapat merasakan sejumlah gejala, seperti merasa lelah, nafsu makan berkurang, emosi tidak terkontrol, gelisah, sulit tidur, hingga stres.

Lalu, apa saja faktor yang mempengaruhi risiko penggunaan alkohol?

Salah satunya adalah faktor individu, yang mungkin mengalami masalah emosi dan perilaku, seperti depresi, kecemasan, hiperaktivitas, agresif dan fobia sosial. Faktor risiko lainnya adalah pola Asuh. Di mana mereka tinggal sendiri atau tidak bersama keluarga faktor risiko penggunaan alkoholnya meningkat hingga 1,45 persen.

Faktor lingkungan juga turut memberikan pengaruh, yang meliputi pengaruh budaya setempat, ketersediaan alkohol dan tekanan teman sebaya. Demikian dipaparkan dalam webinar Info Sehat FKUI 'Waspada Bahaya Minuman Beralkohol' baru-baru ini.

Sementara itu beberapa dampak mengonsumsi minuman beralkohol yang membahayakan antara lain, aterosklerosis atau tekanan darah tinggi, penyakit otot jantung dan gangguan fungsi pada otak yang meliputi:

-Intoksikasi dan gejala putus alkohol
-Gangguan psikotik dan depresi
-Kerusakan otak (Ensefalopati Wernicke) dan Demensia (Demensia Korsakoff)
-Degenerasi saraf otak akibat alkohol

Dampak penggunaan alkohol pada remaja, regio-regio otaknya belum berkembang sempurna. Studi neuropsikologis menunjukkan bahwa penyalahgunaan NAPZA berhubungan dengan kerusakan sirkuit otak dan neurotransmiter yang menyebabkan penurunan fungsi spasial, fungsi inhibisi, belajar dan memori.

Laporan: Prima Nadia Rahayu