Berbagai Cara Dilakukan Digital Savvy untuk Adaptasi Selama Pandemi

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejak pandemi COVID-19 muncul selama lebih dari satu tahun, dunia banyak berubah dan manusia pun harus beradaptasi dalam banyak hal. Mulai dari cara bekerja, belajar, bersosialisasi, bersenang-senang, sampai cara mengelola keuangan.

Berdasarkan riset bertemakan 'Perubahan Cara & Gaya Hidup Digital Savvy Selama Pandemi' yang dilakukan Jenius, aplikasi perbankan digital milik PT Bank BTPN Tbk, bahwa kondisi keuangan masyarakat digital savvy atau mereka yang hidup dalam dunia digital yang dilakukan kepada 567 responden berusia 26-40 tahun, terlihat perubahan pada cara bertransaksi.

Baca: Hujan Berlian Bikin Gempar

Sebelum pandemi COVID-19, penggunaan mobile/digital banking mencapai 71 persen dan ATM sebesar 45 persen. Nah, selama pandemi terjadi peningkatan penggunaan mobile/digital banking menjadi 83 persen dan penurunan pada ATM sekitar 34 persen.

Masyarakat digital savvy juga mengaku banyak menunda atau membatalkan rencana mereka untuk liburan (85 persen), investasi (26 persen), membeli properti (21 persen), membeli kendaraan (16 persen), dan melanjutkan pendidikan (15 persen).

Digital Banking Business Product Head Bank BTPN, Waasi B. Sumintardja, memaparkan bahwa responden memilih untuk mengubah alokasi dana yang tadinya telah disiapkan untuk rencana awal menjadi untuk menabung (38 persen), investasi (24 persen), kebutuhan sehari-hari (14 persen), deposito (9 persen), dan produk kesehatan (3 persen).

"Digital savvy alami perubahan gaya hidup. Mereka beradaptasi dengan caranya masing-masing selama pandemi. Mereka pakai gadget (gawai) untuk hiburan, menyalurkan hobi, mencari informasi, dan bekerja. Seluruh aktivitas dilakukan secara online," ungkapnya, dalam konferensi pers virtual, Kamis, 15 April 2021.

Ia melanjutkan responden menyatakan tujuan keuangan pada tahun ini adalah kondisi keuangan yang stabil (80 persen), lebih banyak menabung (68 persen), investasi (54 persen), menyiapkan dana darurat (44 persen), dan memiliki aset (44 persen).

Untuk itu, Waasi mengatakan Jenius hadir meluncurkan program #LakukanDenganCaramu. Melalui program ini, Jenius mengapresiasi cara unik masyarakat beradaptasi dalam menjalani hidup dengan cara-cara baru dan mengelola keuangan selama pandemi yang telah berlangsung lebih dari satu tahun.

Program #LakukanDenganCaramu memiliki tiga pilar yaitu #adajenius, #carajenius, dan #barengjenius. "Kami terus hadir bagi para penggunanya di tengah pandemi yang mengubah kehidupan dengan sangat cepat. Kami percaya kolaborasi bersama masyarakat digital savvy menjadi cara yang paling sesuai agar dapat terus beradaptasi dan berkembang di tengah kondisi menantang ini,” jelas dia.