Berbalik Arah, IHSG Kembali Koreksi ke Posisi 6.100

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di dua zona pada perdagangan saham awal pekan ini. IHSG harus ditutup di zona merah pada perdagangan saham, Senin (29/3/2021).

Mengutip data RTI, IHSG melemah 0,46 persen atau 28,74 poin ke posisi 6.166,81. Indeks saham LQ45 susut 0,56 persen ke posisi 933,52. Sebagian besar indeks saham acuan tertekan.

Pada awal pekan ini, IHSG sempat berada di level tertinggi 6.230,99 dan terendah 6.165,55. Sebanyak 287 saham melemah sehingga menekan IHSG. 204 saham menguat dan 144 saham diam di tempat.

Total frekuensi perdagangan saham 1.040.813 kali dengan volume perdagangan saham 15,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,4 triliun. Investor asing melakukan aksi jual di pasar reguler Rp 39,23 miliar. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 14.405.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham tertekan kecuali sektor saham industri dasar naik 1,45 persen, sektor saham manufaktur mendaki 0,67 persen dan sektor saham barang konsumsi menanjak 0,58 persen.

Sementara itu, sektor saham tambang melemah 2,05 persen, dan catat penurunan terbesar. Diikuti sektor saham konstruksi tergelincir 1,39 persen dan sektor saham infrastruktur turun 1,38 persen.

Gerak Saham

Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)
Pekerja melintasi layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Meski terjebak di zona merah, IHSG berhasil mengakhiri perdagangan di level 5.841. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham-saham yang mencatat top gainers antara lain saham IKAN naik 34,86 persen, saham SNLK menguat 34,67 persen, saham BMSR melonjak 31,58 persen, saham PTIS mendaki 24,43 persen dan saham YPAS melambung 24,38 persen.

Saham-saham yang masuk top losers antara lain saham PLAN turun 10 persen, saham ANTM turun 7 persen, saham INCP susut 6,99 persen, saham BVIC tergelincir 6,98 persen, dan saham POLL melemah 6,98 persen.

Sejumlah saham yang dibeli investor asing pada awal pekan ini antara lain saham BBRI sebesar Rp 90,1 miliar, saham BMRI sebesar Rp 34,6 miliar, saham BBNI sebesar Rp 25,2 miliar, saham TLKM sebesar Rp 24,2 miliar, dan saham INDF sebesar Rp 23,8 miliar.

Lalu saham-saham yang dijual investor asing antara lain saham BBCA sebesar Rp 125,9 miliar, saham BBTN sebesar Rp 31,3 miliar, saham EMTK sebesar Rp 19,6 miliar, saham BJBR sebesar Rp 11,6 miliar dan saham AKRA sebesar Rp 11,6 miliar.

Bursa saham Asia pun bervariasi. Indeks saham Hong Kong Hang Seng turun 0,46 persen, indeks saham Korea Selatan Kospi susut 0,16 persen. Sementara itu, indeks saham Jepang Nikkei naik 0,71 persen, indeks saham Thailand menguat 0,86 persen.

Lalu indeks saham Shanghai menanjak 0,50 persen, indeks saham Singapura mendaki 0,65 persen dan indeks saham Taiwan menguat 1,04 persen.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini