Berbeda 180 Derajat, Ini Penyebab AC Milan Moncer di Liga Italia tetapi Melempem di Liga Champions

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Milan - Legenda AC Milan, Clarence Seedorf, memiliki analisis terkait perbedaan penampilan I Rossoneri di Serie A dan Liga Champions. Menurut Seedorf, kualitas kompetisi tersebut cukup berbeda dan membuat Milan kerepotan.

AC Milan tampil ciamik di Serie A musim ini. Milan nyaris menuai hasil sempurna di kompetisi domestik.

Sejauh ini, I Rossoneri telah bermain 12 kali. Hasilnya, AC Milan berhasil meraih 10 kemenangan dan dua hasil imbang.

Torehan tersebut membuat Milan kini berada di peringkat kedua klasemen sementara Serie A dengan nilai 32. Mereka kalah produktivitas gol dari Napoli yang menghuni posisi teratas.

Akan tetapi, AC Milan tampil melempem di Liga Champions. Zlatan Ibrahimovic dkk. hanya meraih satu hasil imbang dan menelan tiga kekalahan dari empat laga

Tapi di Liga Champions, Milan menunjukkan hasil yang jauh berbeda. Dari empat laga mereka kalah tiga kali dan imbang sekali. Alhasil, AC Milan berada di dasar Grup B dengan satu angka.

Analisa Seedorf

Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Seri A antara Roma dan AC Milan di stadion Olimpiade Roma, di Roma, Minggu, 31 Oktober 2021. (AP Photo/Gregorio Borgia)
Pemain AC Milan Zlatan Ibrahimovic merayakan setelah mencetak gol pembuka timnya selama pertandingan sepak bola Seri A antara Roma dan AC Milan di stadion Olimpiade Roma, di Roma, Minggu, 31 Oktober 2021. (AP Photo/Gregorio Borgia)

Clarence Seedorf kemudian ditanya soal hasil buruk yang diraih oleh AC Milan di Liga Champions. Pria asal Belanda itu mengatakan Milan gacor di Serie A karena sudah terbiasa dengan kualitas liga tersebut.

Namun, Il Diavolo Rosso jelas tak terbiasa dengan Liga Champions yang kualitasnya jelas di atas Serie A. Hal itulah yang membuat Milan tak bisa mendapat hasil positif di turnamen elite antarklub Eropa tersebut.

"Milan memiliki kepemimpinan yang stabil dan terkonsolidasi di Italia. Anda dapat melihat keinginan mereka untuk mengontrol permainan, bahkan jika itu bisa lebih dibesar-besarkan," ucap Seedorf kepada Gazzetta dello Sport.

"Sekali lagi, itu tergantung di mana Anda memilih untuk bertahan: itu adalah pesan yang juga Anda kirim ke lawan," sambungnya.

"Dibandingkan dengan Liga Champions, kualitasnya berubah: jika Anda membuat kesalahan di Eropa, mereka pasti menghukum Anda, mungkin tidak di liga," ucap Seedorf.

Pujian untuk Maldini

Para pemain AC Milan berselebrasi setelah bek Inter Milan mencetak gol bunuh diri selama pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro, di Milan, Italia, Senin (8/11/2021). AC Milan bermain imbang atas Inter Milan 1-1. (AP Photo/Antonio Calani)
Para pemain AC Milan berselebrasi setelah bek Inter Milan mencetak gol bunuh diri selama pertandingan lanjutan Liga Serie A Italia di stadion San Siro, di Milan, Italia, Senin (8/11/2021). AC Milan bermain imbang atas Inter Milan 1-1. (AP Photo/Antonio Calani)

Clarence Seedorf kemudian membahas mantan rekannya di AC Milan, Paolo Maldini. Sekarang Maldini menjadi direktur di I Rossoneri dan bertanggung jawab mendatangkan pemain baru bagi Stefano Pioli.

Menurut Seedorf, Milan beruntung memiliki Maldini. Sebab, koleganya itu tahu betul bagaimana caranya mengembalikan identitas sejati I Rossoneri.

"Tidak ada yang tahu klub lebih baik dari dirinya, beruntung bagi Milan karena dia ada di sana. Dia membawa soliditas dan kejelasan, dia akan menyesuaikan strateginya sesuai kebutuhan tetapi identitas, filosofi, dan ambisi di dasarnya tidak akan berubah," puji Seedorf.

Clarence Seedorf membela AC Milan dari 2002 sampai 2012. Ia membantu Milan meraih 10 gelar juara, termasuk dua Scudetto dan Liga Champions.

Sumber: Gazzetta dello Sport

Disadur dari: Bola.net (Dimas Ardi Prasetya/Published: 09/11/2021)

Yuk Tengok AC Milan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel