Berbekal Rekaman CCTV, Polisi Ringkus Komplotan Pencuri Kalung Emas di Tangerang

·Bacaan 1 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi meringkus lima pelaku pencurian emas di Pasar Cisoka, Kabupaten Tangerang, Selasa (12/4). Peristiwa pencurian itu sempat terekam kamera CCTV, dan videonya viral di media sosial.

"Dari kasus itu kami menangkap lima orang yang tiga di antaranya perempuan," kata Kapolresta Tangerang Kombes Pol Zain Dwi Nugroho, Sabtu (23/4).

Ketiga tersangka perempuan adalah S (44), NA (27) dan M (32), yang merupakan ibu rumah tangga. Sedangan dua tersangka pria adalah RD (27) dan FR (48).

"Para tersangka kami tangkap di rumahnya masing-masing di wilayah Pesawaran, Lampung dan Palembang," ucap Zain.

Peristiwa pencurian di toko emas itu berawal saat korban sedang melayani pembeli di toko emas yang didatangi sekitar enam orang secara bertahap. Modusnya pelaku mengalihkan perhatian korban dengan berpura-pura bertanya soal harga emas.

"Sedangkan pelaku lain mengutil emas yang ada di etalase. Pelaku berhasil mengutil tujuh buah kalung emas Singapura 22 karat seberat 48 gram senilai sekitar Rp22 juta," ucap Zain.

Setelah berhasil menggasak kalung emas, para tersangka melarikan diri menggunakan mobil Pajero. Peristiwa itu terekam kamera CCTV yang kemudian digunakan polisi sebagai bukti petunjuk.

Setelah melakukan penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi berhasil mengidentifikasi mobil Pajero yang digunakan. Mobil Mitsubishi Pajero Sport dengan nomor Polisi BE 54 NTI diduga milik salah satu tersangka perempuan berinisial S.

"Selanjutnya setelah melakukan koordinasi dan mapping, tim berangkat menuju Lampung dan menangkap para tersangka dan menemukan mobil Pajero yang identik dengan mobil yang digunakan tersangka pencurian emas," tutur Zain.

Zain menjelaskan, para tersangka berikut barang bukti dibawa ke Polresta Tangerang untuk penyelidikan lebih lanjut. Kasusnya masih terus dikembangkan untuk mengungkap kemungkinan ada tersangka lain ataupun sindikat.

"Para tersangka dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman di atas lima tahun penjara," pungkas Zain. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel