Berbisnis Lebih Mudah Lewat Layanan Awan  

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Direktur Microsoft Indonesia mengatakan, layanan awan merupakan satu dari empat tren besar digital yang bakal berlangsung hingga sepuluh tahun mendatang.

Tiga lainnya adalah mobile, sosial, dan big data. "Saat ini semua layanan Microsoft telah terintegrasi ke layanan awan (cloud)," kata dia pada acara Microsoft Cloud Summit 2013 di Ritz Carlton, Jakarta.

Menurut Tony Seno, National Technology Officer dari Microsoft Indonesia, layanan cloud ini sangat memudahkan para pengusaha, baik skala besar maupun kecil, untuk mempromosikan diri dan menjalankan bisnisnya.

Salah satu layanan cloud dari Microsoft adalah Azure, yang terdiri dari data-data center yang terletak di sekitar 20 lokasi di berbagai negara. "Layanan ini juga bisa digunakan oleh pemerintah," kata dia.

Menurut Risman Adnan, Director-Developer dan Platform Evangelism di Microsoft Indonesia, selain Azure, perusahaan juga menawarkan Office 365 serta Windows Intune.

"Dengan kedua produk ini, para pengguna bisa menikmati berbagai layanan awan tanpa perlu merasakan kompleksitas dalam pemeliharaan hardware," kata dia.

Pada acara ini, Microsoft Indonesia juga menampilkan tiga pengusaha yang telah menjajal layanan awan Azure. Yaitu Yusuf IJsseldijk dari GoIndonesia.com, sebuah perusahaan travel. Lalu ada Farid Zulkarnain dari Navcore Nextology, sebuah perusahaan pembuat aplikasi.

Kedua pengusaha ini mengaku merasa cukup puas berlangganan layanan awan Azure karena mendapatkan dukungan bantuan selain teknis. "Jika traffic di situs saya naik, itu juga akan menguntungkan Microsoft karena saya akan semakin lama berlangganan," kata Yusuf.

BUDI RIZA

Berita Terpopuler:

Diperiksa Hari Ini, Menteri Suswono Terancam

Sahetapy Curigai Motif Pengusutan Sprindik Anas

Siapa Jorge Bergoglio, Sri Paus yang Baru?

Dana Safari PKS, Mendagri: Tanggungjawab Gubernur

SBY Bertemu Tujuh Jenderal Purnawirawan Sore Ini

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

POLL

Apakah kandidat nama cawapres Jokowi yang beredar sekarang sudah sesuai dengan harapan Anda?

Memuat...
Opsi Pilihan Jajak Pendapat