Berburu Kerajinan Tangan ke Prailiu Sumba Timur

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta Sumba Timur terkenal akan potensi wisatanya yang asri. Ada begitu banyak objek wisata yang harus masuk dalam daftar liburan Anda. Salah satu objek wisata yang terdapat di Sumba Timur, yakni Kampung Raja Prailiu. Objek wisata ini terletak di kecamatan Kambera.

Ketika menapakkan kaki di sini, pengunjung tidak hanya disuguhkan dengan wisata alamnya yang indah. Namun juga budayanya yang masih kental. Siapa pun yang mengunjungi tempat seperti berangkat dengan mesin waktu menuju masa lalu. Sebab pengunjung akan disuguhi barisan rumah tradisional bergaya arsitektur lampau.

Daya tarik dari tradisi budaya yang dilakukan masyarakat asli Kampung Raja Prailiu ini memiliki keberagaman. Pengunjung bisa menikmati secara langsung berbagai kerajinan tangan khas masyarakat Sumba Timur. Wisatawan yang datang tidak akan bosan lantaran banyaknya jenis kerajinan yang bisa disaksikan di Kampung Raja Prailiu.

Anyaman tikar merupakan satu dari ragam kerajinan tangan khas yang bisa dijumpai di Kampung Raja Prailiu. Anyaman tikar sendiri merupakan salah satu benda seni primitif yang masih dilestarikan masyarakat kampung Prailiu.

Anyaman tikar ini terbuat dari bahan daun pandan dan lontar yang dianyam sehingga membentuk sebuah tikar. Juga berbagai barang kebutuhan rumah tangga lainnya. Tak hanya menyaksikan proses pembuatannya, pengunjung tentu boleh berinteraksi dengan pengrajin untuk memuaskan rasa ingin tahu soal seni anyaman.

Daya pikat selanjutnya dari kerajinan tangan masyarakat kampung Prailiu yakni kain tenun khas yang indah. Kain tenun khas Sumba Timur bahkan sudah terkenal ke berbagai penjuru dunia.

UMKM Sumba Timur
UMKM Sumba Timur

"Bisa juga dilihat dari berbagai corak tenunan yang ada di Sumba Timur entah itu songketnya atau tenun ikatnya," ujar Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Sumba Timur Merliyati Praing Simanjuntak.

Tidak hanya corak motifnya saja yang cantik. Lebih dari itu, pengunjung akan menemukan dalamnya makna filosofis yang terkandung di dalam motif-motif itu. Motif-motif tersebut sebenarnya bercerita tentang sejarah hidup dan kehidupan masyarakat Sumba. Mulai dari lahir sampai pada kematian.

Beberapa motif tenunan Sumba Timur, yakni ayam, kuda, udang, dan rusa. Masing-masing motif-motif memiliki makna. Bila pengunjung mendalami masing-masing motif, akan ditemukan betapa kayanya kearifan dan prinsip-prinsip mulia yang dijunjung tinggi oleh orang Sumba Timur.

Motif ayam dan kuda misalnya, merupakan lambang persatuan. Motif Kakatua melambangkan seorang pemimpin yang bijak dan yang bertanggung jawab. Sedangkan motif udang melambangkan kepercayaan masyarakat akan adanya kehidupan setelah kematian. Motif Rusa melambangkan seseorang yang berani dan memiliki wibawa.

Selain empat motif tersebut, ada satu motif lagi, yakni motif Patola Ratu atau kembang raja. Motif ini melambangkan kehidupan manusia. Patola Ratu merupakan motif kain yang menggambarkan alur kehidupan manusia. Sejak ia masih berada di dalam kandungan ibu hingga ajal menjemput.

Masih ada keunikan dari tenunan Sumba Timur. Ada tenunan yang disebut Rohu Mbanggi. Keunikannya berkaitan pada ukurannya yang tidak biasa. Di balik itu ada cerita historis yang terekam. Berbeda dari biasanya, Rohu Mbanggi memiliki panjang hingga 6 meter.

Rohu Mbanggi bahkan disebut sebagai tenunan terpanjang. Ada cerita menarik di balik tenunan terpanjang itu. Rohu Mbanggi merupakan tenunan yang dipakai ketika berperang. Rohu sendiri berarti memeluk. Sedangkan Mbanggi artinya pinggang. Dengan lilitan yang tebal itu, Rohu Mbanggi berfungsi sebagai tameng bagi penggunanya. Dengan demikian dia tidak mudah terluka ketika bertempur.

(*)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel