Bercinta di Momen Ini Tingkatkan Peluang Kehamilan

Ichsan Suhendra, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAKehamilan menjadi salah satu momen yang dinantikan bagi pasangan suami istri. Peluang kehamilan sendiri bisa berbeda pada tiap pasangan yang ditentukan banyak hal, termasuk usia pernikahan.

Dikatakan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Pondok Indah, dr. Shanty Olivia Febrianti Jasirwan, SpOG, semakin lama usia pernikahan, maka semakin kecil peluang kehamilan. Terbukti dari data bahwa dari 10 pasangan, maka sekitar 7 diantaranya hamil setelah 6 bulan menikah.

Sementara, 9 pasangan tercatat akan hamil secara alami di tahun pertama pernikahannya. Namun, 1 pasangan sisanya diduga mengalami gangguan kesuburan dengan potensi 10 hingga 15 persen.

Di sisi lain, pasangan dengan usia di bawah 35 tahun, fekundabilitas-nya atau peluang kehamilan di tiap siklusnya yang tidak mengalami gangguan kesuburan sekitar 20-25 persen. Sehingga, usia individu disertai lamanya pernikahan akan memengaruhi peluang kehamilan.

"Peluang pengantin baru untuk hamil dengan kondisi sehat hanya mencapai 25 persen per bulan. Sedangkan semakin tua usia si perempuan, kemungkinan hamilnya semakin kecil bahkan hingga mendekati 0 persen," kata Shanty dalam acara virtual Small Discussion RS Pondok Indah, beberapa waktu lalu.

Di awal pernikahan, peluang 30 persen kehamilan bisa diraih dalam kurun waktu satu bulan pertama. Setiap bulannya menurun hingga peluang setelah setahun pernikahannya akan berkurang drastis hingga 0,3 persen per siklus.

"Mengapa setelah satu tahun menikah peluang hamil turun? Memang belum ada penelitian terkait hal tersebut. Tetapi biasanya memang terjadi masalah. Entah masalah sperma pada lelaki, maupun sel telur pada perempuan," kata Olivia.

Untuk itu, pentingnya bersenggama secara teratur sangat disarankan bagi pasangan yang menginginkan peluang kehamilan lebih tinggi. Dokter Olivia menekankan, bersenggama teratur ini dimulai dengan menandai masa subur atau ovulasi.

Dijelaskan Dokter Olivia, ovulasi ditandai dengan jarak antara haid hari pertama dan hari berikutnya. Waktu ovulasi bisa dengan menhitung selama 21-35 hari per siklusnya. Cara lainnya dengan melakukan pemeriksaan USG, pemeriksaan hormon progesteron, tes prediksi ovulasi atau test kit yang banyak di pasaran dengan memeriksa kadar Lh dalam urine.

"Senggama dianjurkan di hari- tertentu, mendekati hari ovulasi. Untuk obat induksi ovulasi, biasanya diberikan selama 5 hari berturut-turut," katanya.