Bercuan hingga Rp 5 Triliun! Ini Lho 4 Restoran yang Sahamnya Bisa Kamu Beli

Aulia Akbar

Bukan cuma jadi tempat makan atau nongkrong, restoran juga bisa kamu manfaatkan untuk berinvestasi jika tertarik membeli sahamnya. Nah ini ada lho deretan saham restoran yang melantai di bursa saham. 

Di Indonesia sendiri banyak lho restoran-restoran franchise maupun buatan anak bangsa. Mulai dari yang menyajikan menu western hingga makanan Indonesia.

Asal kamu tahu, gak sedikit lho perusahaan pengelola resto atau tempat makan yang bisa kamu beli. Biasanya, saham-saham perusahaan ini dikategorikan dalam saham industri pariwisata yang di dalamnya juga berisikan perusahaan pengelola hotel. Kira-kira restoran mana saja sih yang sahamnya bisa kita beli? Yuk cari tahu di bawah sini.

Baca juga: Deretan Restoran Termahal di Dunia, Bayangin Sekali Makan Rp 30 Juta!

1. PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) salah satu saham restoran yang bisa kamu beli

PT Sarimelati Kencana Tbk (PZZA) salah satu saham restoran yang bisa kamu beli, (Instagram/@pizzahut.indonesia).

Saham restoran pertama adalah PZZA alias Pizza Hut. Ttentu kamu sudah gak asing lagi dengan waralaba pizza asal Amerika Serikat yang satu ini. Sudah hadir di Indonesia sejak tahun 1984, Pizza Hut memiliki outlet yang banyak tersebar di Tanah Air. 

Bisa dibilang Pizza Hut merupakan salah satu restoran pizza pertama yang hadir di Indonesia. PT Sari Melati Kencana Tbk sendiri adalah anak usaha dari PT Sriboga Raturaya, produsen tepung terigu.

Belum lama ini, PZZA telah membuka outlet barunya yang ke 500 yang terletak di Bekasi. Gak nyangka ya outletnya sudah sebanyak itu! Laba mereka juga meningkat, dan dalam sembilan bulan di tahun 2019 mereka bisa mencetak Rp 2,94 triliun!

Sejauh ini, 64,79 persen saham PZZA dipegang oleh PT Sriboga Raturaya. Sementara itu jatahnya publik adalah 28,97 persen.

Baca juga: 3 Saham Perusahaan Anak Usaha PT Inalum yang Bisa Kamu Miliki

2. PT Jaya Bersama Indo Tbk (DUCK)

Duck King salah satu restoran yang sahamnya bisa kamu beli lho, (Instagram/@theduckking).

Outlet pertama dari perusahaan ini ada di STC Senayan. Pendirinya merupakan para koki yang memiliki pengalaman bekerja di resto hotel bintang lima! Saham restoran berkode DUCK ini adalah sahamnya Duck King.

Kinerja DUCK di tahun ini kabarnya memang cukup memuaskan. Di bulan Juni 2019, pertumbuhan laba mereka dikabarkan mencapai 47% dari target. Kebolehan bisnis mereka cukup optimis di tahun ini bisa mencetak Rp 617 miliar.

Dalam 12 bulan ke depan mereka juga bakal menambah 12 gerai baru, di antaranya tiga restoran berada di negara Vietnam, Myanmar dan Kamboja. 60 persen saham DUCK dipegang oleh PT Asia Kuliner Sejahtera sementara itu 40 persennya untuk publik.

Baca juga: Dari Taco Bell Sampai Subway, Ini 7 Restoran Cepat Saji Besar yang Belum Ada di Indonesia!

3. PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB)

PT MAP Boga Adiperkasa Tbk (MAPB) juga bisa kamu beli nih saham-saham restorannya, (Instagram/@starbucksindonesia).

Dari namanya saja, kamu pasti sudah bisa nebak kalau perusahaan ini adalah bagian dari PT Mitra Adiperkasa. Hanya saja, mereka bergerak sebagai pengelola resto.

Beberapa brand yang dikelola oleh MAPB antara lain adalah Starbucks, Pizza Marzano, Cold Stone, Krispi Kreme, Godiva, Genki Sushi dan Pizza Express. Kamu yang kerap pergi ke pusat perbelanjaan maupun hang out pasti udah gak asingd dengan brand-brand ini, dan bisa jadi kamu sering nongkrong di salah satu outlet mereka.

Laba bersih MAPB juga lagi mengalami kenaikan di kuartal ketiga yaitu sebesar Rp 105,1 miliar dari Rp 95,6 miliar di tahun sebelumnya. 

79,10 persen saham MAPB dipegang oleh PT Mitra Adiperkasa Tbk, 19,40 persennya dipegang GA Robusta F&B Company Pte Ltd, dan 1,36 persen untuk publik.

4. PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST)

Saham yang bisa kamu beli salah satunya KFC nih, (Instagram/@kfcindonesia).

Nah saham restoran yang satu ini adalah pengelola restoran siap saji yang didirikan oleh Col. Sanders. Apalagi kalau bukan KFC yang memiliki kualitas ayam goreng sangat renyah dan gurih. 

FAST merupakan perusahaan dikelola oleh keluarga Gelael yang juga aktif di dunia balap. Di kuartal tiga, kinerja mereka pun ciamik! Pendapatan mereka naik 12,93 persen atau Rp 5,01 triliun dari periode yang sama di tahun 2018! Gokil, memang benar sih “Jagonya Ayam!”.

43,84 persen saham FAST dipegang oleh PT Gelael Pratama. Sementara itu 35,84 persen dipegang oleh PT Indoritel Makmur Internasional Tbk (DNET), dan 20,32 persennya untuk publik. 

Asal kamu tahu nih, Presiden Komisaris FAST ternyata adalah Anthony Salim, owner dari Indofood. Itulah empat saham restoran yang lagi cuan belakangan ini. So! Jangan cuma makan di restorannya aja ya coba deh membeli sahamnya gak ada salahnya lho. (Editor: Mahardian Prawira Bhisma).