Berdalih Tidak Laku, Pria di Palembang Cabuli Anak Berkebutuhan Khusus

Merdeka.com - Merdeka.com - Berdalih tak seorang wanita pun yang menyukainya, membuat AR (45) mengalihkan nafsunya kepada seorang anak berkebutuhan khusus. Ironisnya, perbuatan itu telah berlangsung sejak 16 tahun lalu.

Pelaku diamankan polisi di tempat persembunyiannya di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Sumatera Selatan, Selasa (11/5) malam. Dia sebelumnya dilaporkan keluarga korban ke SPKT Polrestabes Palembang.

Tersangka AR mengaku tak bisa membendung nafsunya begitu melihat korban. Terlebih korban sangat dekat dengannya sehingga muncul niat memperdaya korban.

"Tidak ada wanita yang suka sama saya, makanya saya alihkan ke korban, kebetulan dekat sama dia," ungkap AR, Kamis (12/5).

Lantaran tak pernah dikeluhkan korban, perbuatan tersebut berlangsung sangat lama, atau sejak 2006 hingga sebelum dilaporkan ke polisi. Tak ada kecurigaan dari keluarga korban yang membuat tersangka leluasa melakukannya dengan bebas.

"Sebelum meninggal, bapaknya baik sama saya, saya dianggapnya saudara sendiri. Kebetulan korban ini bukan anak yang normal, jadi tidak bisa mengadu," kata dia.

Pria bekerja serabutan itu mengaku pernah menjadi korban pencabulan saat masih anak-anak. Pelakunya tak lain adalah saudaranya sendiri.

"Saya jadi trauma, sering teringat kejadian itu," ujarnya.

Kasatreskrim Polrestabes Palembang Kompol Tri Wahyudi mengatakan, tersangka berusaha menghilangkan identitasnya dengan mengubah warna rambut. Petugas sempat kecele karena ciri-ciri tersangka berubah drastis.

"Tersangka kabur begitu tahu dilaporkan dan mengubah warna dan potongan rambutnya biar tidak dikenali. Tapi informasi kami lengkap dan dapat meringkusnya," kata Tri.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 289 KUHP dengan ancaman sembilan tahun penjara. "Perbuatan itu terjadi berulang-ulang sejak 2006 lalu karena korban seorang berkebutuhan khusus," pungkasnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel