AS Berdamai dengan Xiaomi

Krisna Wicaksono, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Awal tahun ini pabrikan asal China, Xiaomi mendapat larangan perintah eksekutif dari Departemen Pertahanan Amerika Serikat atas tuduhan 'Perusahaan Militer Komunis China'. Peraturan ini terbit di hari-hari terakhir masa pemerintahan Donald Trump.

Larangan itu mencegah perusahaan-perusahaan AS menginvestasikan modal di Xiaomi dan menimbulkan kekhawatiran jika tindakan yang lebih parah diambil, seperti yang terjadi dengan Huawei.

Kini Xiaomi bisa bernapas lega, karena Pengadilan Distrik AS di Distrik Columbia mencabut pembatasan investasi perusahaan AS untuk Xiaomi, menurut laman GSM Arena, dikutip pada Selasa, 16 Maret 2021.

Hakim Distrik AS, Rudolph Contreras menyatakan keraguannya bahwa perusahaan sipil China seperti Xiaomi menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan Nasional negeri Paman Sam. Tidak ada bukti Xiaomi membagikan informasi dengan pemerintah China.

Dalam pernyataan resmi Xiaomi menyatakan akan terus meminta agar sebutan 'Perusahaan Militer China Komunis' dihapus. Perusahaan juga menegaskan kembali komitmennya untuk bekerja dengan mitra global guna membantu menghadirkan teknologi inovatif kepada lebih banyak pengguna di seluruh dunia.

"Xiaomi dengan senang hati mengumumkan bahwa Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Columbia menghapus pembatasan pada orang AS untuk membeli sekuritas perusahaan," kata juru bicara Xiaomi.

Mereka menegaskan kembali bahwa Xiaomi adalah perusahaan yang diperdagangkan dan dikelola secara independen dan diperdagangkan secara publik yang menawarkan produk elektronik konsumen, semata-mata untuk penggunaan sipil.

Perusahaan akan terus meminta pengadilan menghapus penetapan tersebut secara permanen. Selama bertahun-tahun Xiaomi telah menawarkan produk elektronik konsumen, seperti smartphone dan smart TV.