Berdarah Kopassus, Jenderal TNI Penumpas OPM Juga Penjaga Nyawa Jokowi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Operasi Nemangkawi yang digelar oleh TNI dan Polri untuk menumpas anggota teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM) masih terus berlanjut. Khusus bagi TNI, sejumlah pasukan dari berbagai satuan telah dikirim ke Bumi Cenderawasih guna menghentikan kebiadaban kelompok tersebut.

Bukan perkara mudah untuk bisa menghabisi kelompok OPM yang banyak bersarang di hutan rimba Papua. Selain lebih mengenal medan, para anggota OPM juga mendapat sokongan persenjataan dan juga pendanaan dari pihak asing.

Oleh sebab itu, perlu sosok yang tepat dan memiliki pengalaman tempur yang baik untuk memimpin operasi penumpasan kelompok tersebut. Sejak 2018, TNI dan Polri terlibat dalam Operasi Nemangkawi untuk memberangus OPM.

Saat ini, ada seorang sosok Perwira Tinggi (Pati) TNI Angkatan Darat yang menjadi Kepala Operasi (Kaops) Nemangkawi. Tak sembarangan, sederet prestasi pernah dicatat oleh lulusan terbaik Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1994 ini.

Ya, sosok itu adalah Brigjen TNI Tri Budi Utomo. Selain menjadi Kaops Nemangkawi, Tri juga menduduki posisi sebagai Wakil Komandan Jenderal Komando Pasukan Khusus (Wadanjen Kopassus).

Dengan predikat lulusan terbaik dan penghargaan Adhi Makayasa, sosok Tri tak hanya memiliki tingkat intelejensi tinggi. Namun, ia juga mahir dalam hal menghadapi pertempuran.

Sebagai bukti, pada 2016 lalu Tri ditunjuk untuk memimpin satuan paling elite di tubuh Korps Baret Merah, Detasemen 81 Kopassus (Penanggulangan Teror), atau yang lebih dikenal dengan istilah Sat-81/Gultor. Jangankan menjadi komandan, untuk menjadi anggota Sat-81/Gultor saja tak semua anggota Kopassus bisa.

Dengan prestasinya itu, Tri akhirnya dipercaya untuk menduduki jabatan baru sebagai Asisten Personel (Aspers) Danjen Kopassus setahun kemudian. Dua tahun kemudian, Tri menjadi orang dekat Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo (Jokowi).

Ya, tepatnya pada 2019 Tri mendapat tugas baru sebagai Komandan Grup A Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres). Saat itu, Tri menggantikan posisi Kolonel Inf. Mohamad Hasan yang mendapat pos baru sebagai Wadanjen Kopassus.

Tri kemudian sempat bertugas di satuan teritorial dengan jabatan Komandan Komando Resor Militer (Danrem) 052/Wijayakrama, Komando Daerah Militer (Kodam) Jayakarta/Jaya.

Tak sampai satu tahun menjabat Danrem 052/Wijayakrama, Tri akhirnya pulang ke Kopassus. Pada 27 Agustus 2020 Tri ditunjuk menjadi Wadanjen Kopassus dan kembali menggantikan posisi Mohamad Hasan.

Hasan mendapatkan promosi kenaikan pangkat menjadi Mayor Jenderal (Mayjen) TNI, dengan jabatan baru sebagai Danjen Kopassus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel