Berdiri di Pinggir Sungai Aare, Ini Potret Ridwan Kamil Pantau Pencarian Emmeril Khan

Merdeka.com - Merdeka.com - Otoritas pemerintah Swiss terus melakukan pencarian Emmeril Kahn Mumtadz hilang usai terseret arus deras Sungai Aare, Bern, Swiss, pada Kamis (25/5) waktu setempat. Hingga pencarian memasuki hari keempat, putra sulung Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil tersebut masih belum ditemukan.

Tim SAR dan otoritas setempat menyiapkan penyelam, perahu hingga drone untuk menemukan Eril sapaan Emmeril. Warga Swiss juga turut membagikan perkembangan pencarian Emmeril di media sosial.

"Kepolisan maritim meningkatkan effort. Kasus ini terpantau menjadi perhatian publik (di Swiss). Mereka pun mengupdate di media sosial mengenai perkembangan pencarian Emmeril," kata perwakilan keluarga, Elpi Nazmuzaman, Senin (30/5).

pencarian anak ridwan kamil di swiss
pencarian anak ridwan kamil di swiss

©2022 Dok. Kementerian Luar Negeri-KBRI Bern

Pencarian Eril turut dipantau langsung sang ayahanda, Ridwan Kamil. Kang Emil sapaan Ridwan Kamil mengikuti langsung proses pencarian Eril sejak Sabtu (28/5).

Dalam foto proses pencarian yang diunggah di situs resmi Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, Kang Emil nampak berdiri di pinggir Sungai Aare memantau pencarian Eril. Mantan Gubernur Jawa Barat itu terlihat berkomunikasi dengan petugas Tim SAR yang berada di atas perahu.

Perbincangan itu terlihat setelah petugas Tim SAR menyisir Sungai Aare. Kang Emil nampak memperhatikan penjelasan dari Tim SAR.

pencarian anak ridwan kamil di swiss
pencarian anak ridwan kamil di swiss

©2022 Dok. Kementerian Luar Negeri-KBRI Bern

Penyelam dan Drone Dikerahkan

Upaya pencarian Eril diketahui sudah memasuki hari keempat. Tim SAR dan otoritas setempat menyiapkan penyelam, perahu hingga drone untuk menemukan Eril.

"Untuk perkembangan, progres hari keempat dilakukan pencarian menggunakan boat. Rutenya zigzag, satu boat tiga orang, dua orang membawa teropong yang melihat kedalaman," kata Elpi, Senin (30/5).

Pada hari sebelumnya, kata Elpi, Tim SAR dan otoritas pemerintah setempat sudah melakukan evaluasi.

"Di sesi terakhir, pihak kepolisian melakukan koordinasi dan evaluasi. Mereka terbuka dengan saran keluarga termasuk titik yang dioptimalkan. Hasil, masih sama seperti kemarin (Emmeril belum ditemukan). Akan berlanjut hari ini," kata dia.

Detik-Detik Tenggelam

Eril bersama ibu dan adiknya diketahui pergi ke Swiss untuk mencari tempat kuliah. Eril adalah mahasiswa ITB yang hendak melanjutkan kuliah S2 di Swiss.

Sebelum berenang di Sungai Aare, dia lebih dulu melakukan pemetaan tentang kondisi air. Eril diketahui memiliki kemampuan berenang dan menyelam. Dia bahkan melarang ibunya, Ataliya Ridwan Kamil untuk ikut berenang.

"Keponakan kami ini insting alamiahnya menjaga kelompok, memastikan ibunya tidak ikut turun. Hanya yang punya skill yang cukup. Begitu situasinya," jelas adik Ridwan Kamil, Elpi Nazmuzaman saat konferensi pers, Sabtu (28/5) pagi.

Sungai Aare dikenal sebagai salah satu destinasi wisata terbaik di Kota Bern, Swiss. Namun pada bulan ini, sungai tersebut keruh dan dingin. Akibat lelehan es sisa musim dingin.

Melihat kondisi itu, Eril pun memilih untuk tidak lompat dari jembatan untuk turun ke sungai. Biasanya, para turis melompat dari jembatan untuk berenang di Aare.

"Dari keterangan keluarga, sebelum melakukan berenang, Eril memastikan titik mana yang aman. Beberapa titik diperhatikan, titik jembatan (untuk meloncat ke sungai) langsung dicoret. Dianggap tidak aman," kata dia.

"Ia memilih yang paling aman, titik turunnya yang ada tangga dan memastikan tidak ada yang loncat," jelas Elpi melanjutkan.

Lindungi Adik dan Teman

Tak lama setelah berenang, Eril melihat kondisi arus di sungai tidak kondusif. Kemudian, dia meminta agar adik dan temannya yang memang tinggal di Swiss untuk naik ke permukaan.

Eril menjaga kedua perempuan tersebut terlebih dahulu untuk naik. Dia mengambil posisi di belakang. Adik dan temannya dipastikan untuk naik ke daratan terlebih dahulu.

"Rasa tanggung jawab yang tinggi ini, ia mengambil posisi belakang, memastikan semua aman. Secara mental, fisik, siap. Tapi ada hal yang tidak bisa diatur. Debit air lebih tinggi dari pada hari biasa," kata Elpi.

Adik dan Temannya Sempat Ditolong Warga

Polisi Bern juga ikut mengungkap fakta sebelum Eril hilang terseret arus Aare. Dikutip dari media Swiss, 20 minutes, adik dan teman Eril sempat terseret. Tapi berhasil ditolong oleh warga di sana.

Menurut juru bicara Kapo, dua wanita muda diselamatkan dari air oleh penduduk setempat. Tetapi tidak ada jejak untuk orang ketiga sejak itu. Orang ketiga yang dimaksud dalam tulisan media tersebut adalah Eril.

Elpi menegaskan, saat terbawa arus dan merasa tak mampu menyelamatkan diri, Eril sempat teriak minta tolong. Namun sayang, warga yang ada di lokasi tak mampu menolong karena derasnya arus sungai.

Elpi mengatakan, warga memilih untuk menghubungi polisi untuk segera menyelamatkan Eril. "(Saat terbawa arus sungai) Eril berteriak help. Teriakan ini terdengar oleh warga yang menghubungi polisi. Itu yang mungkin bisa kami sampaikan," kata dia. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel