Berduka, Menaker Ida: Bang Muchtar Pakpahan Telah Berkorban Banyak

Raden Jihad Akbar, Syaefullah
·Bacaan 1 menit

VIVA – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah mengucapkan turut berduka cita atas berpulangnya seorang aktivis buruh, akademisi, dan pegiat sosial, Muchtar Pakpahan.

Menurut Ida, apa yang diperjuangkan Muchtar merupakan salah satu catatan penting di dunia ketenagakerjaan di Indonesia.

"Kabar duka ini tentu adalah kabar duka juga bagi dunia ketenagakerjaan kita. Karena apa yang telah beliau perjuangkan melalui SBSI, dunia akademik, hingga advokasi, telah memberi warna bagi dunia ketenagakerjaan kita hingga saat ini," ujar Ida Fauziyah di Jakarta, Senin, 22 Maret 2021.

Ia pun mendoakan semoga apa yang beliau perjuangkan, segala amal baik beliau, diterima oleh Tuhan Yang Mahaesa. Dan semoga, apa yang telah perjuangkan menjadi inspirasi bagi semua untuk selalu memperjuangkan perkembangan dunia ketenagakerjaan menjadi lebih baik.

Baca juga: Mengintip Kesiapan Industri Keuangan RI Genjot Ekonomi Hijau

"Kami kehilangan. Bang Muchtar sebagai pejuang hak-hak buruh, telah berkorban banyak," ujarnya.

Sekarang lanjut dia, apa yang telah dilakukan Muchtar akan diteruskannya. Dia pun berharap komitmen itu bisa selesaikan dengan sempurna.

"Terima kasih atas semua gagasan Bang Muchtar, dan Tuhan yang membalas kebaikan semuanya," katanya.

Sebagai informasi, Muchtar Pakpahan meninggal dunia di Rumah Sakit Siloam Semanggi, Jakarta, Minggu, sekitar pukul 22.30 WIB. Ia meninggal karena kanker yang dideritanya.

Muchtar sendiri saat ini merupakan Ketua Umum SBSI periode 2018-2022. Merujuk situs resmi SBSI, Muchtar lahir di Bah Jambi II, Tanah Jawa, Simalungun, Sumatera Utara pada 21 Desember 1953.

Dia diketahui mendirikan SBSI pada saat rezim Orde Baru. Kala itu Presiden Soeharto hanya mengizinkan satu serikat buruh di Indonesia, yakni SPSI.

Tak hanya itu, Muchtar juga pernah menjabat sebagai anggota Governing Body di International Labour Organization. Dia mewakili Asia dan Vice President World Confederation of Labour, ILO. Pada 2003, dia meninggalkan serikat buruh dan mendirikan Partai Buruh Sosial Demokrat.