Beredar Obat Pasien COVID-19 Wisma Atlet, Dokter Tak Rekomendasi Dibeli Bebas

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Beredar obat yang dipakai pasien COVID-19 di RS Darurat COVID-19 Wisma Atlet Kemayoran Jakarta, dokter spesialis paru Efriadi tak merekomendasikan obat dibeli bebas. Pasien atau masyarakat yang membutuhkan obat harus berkonsultasi dulu dengan dokter.

Untuk diketahui, berikut ini pesan viral mengenai obat yang beredar dan biasa digunakan pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet:

Kalau ada yg terinfeksi covid tidak perlu panik dan tidak harus ke RS kalau memang tidak terlalu parah sesak napas sampai perlu ICU dan ventilator, karena saat ini RS khusus covid semua penuh.

Bisa diobati sendiri, obat di RS untuk pasien covid seperti ini:

antibiotik 10 tab Azytromycin 500 mg diberikan 1X selama 5-10 hari

antivirus 10 tab Favipiravir (Avigan-Indofarma) diberikan 600 mg selama 2 x 5 hari

anti batuk & anti oxidant 28 tab Fluimucil Eff 600 mg diberikan 1-2X selama 14 hari

anti radang 10 tab Dexamethasone 0.5 3 x diberikan setelah hari ke 7-10

turun panas 10 tab Paracetamol 500 mg diberikan 3 x selama hanya pada demam

Jangan panik, berdoa dan tetap bersyukur, semangat dan gembira, karena hati yg gembira adalah obat. Selalu percaya dan yakin akan sembuh.

Tetap harus minum Vitamin C, Zinc & vit D dan usahakan berjemur matahari pagi hari setidaknya 15 menit.

Silahkan di share ke semua yg membutuhkan, karena ini Resep Dokter yg sudah teruji dan dipakai di RS Covid Wisma Atlit Jkt, semoga dapat membantu dan cepat sembuh

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Obat untuk Pasien COVID-19 Tidak Rekomendasi Buat Dibeli Bebas

Warga negara Indonesia (WNI) pulang usai menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Pemerintah mewajibkan WNI yang baru tiba di Indonesia untuk melakukan isolasi selama lima hari guna menghindari penularan COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga negara Indonesia (WNI) pulang usai menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Pemerintah mewajibkan WNI yang baru tiba di Indonesia untuk melakukan isolasi selama lima hari guna menghindari penularan COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Pesan viral soal obat yang biasa digunakan pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet, Efriadi menegaskan, informasi tersebut bukan pernyataan resmi dari RSDC Wisma Atlet Kemayoran.

"Obat tersebut tidak kami rekomendasikan buat dibeli secara bebas dan itu bukan pernyataan dari kami selaku dari Penanggungjawab Pasien di RSDC Wisma Atlet," tegas Efriadi saat dikonfirmasi Health Liputan6.com, Selasa (29/6/2021).

Bagi pasien atau masyarakat yang membutuhkan obat pun harus berkonsultasi dengan dokter.

"Terkait obat-obatan terapi COVID-19 sebaiknya konsultasi ke dokter untuk mendapatkan terapi sesuai, baik isolasi mandiri maupun di perawatan," imbuh Efriadi yang bertugas di RSDC Wisma Atlet.

Pemakaian Obat Terapi COVID-19 Sesuai Anjuran Dokter

Warga negara Indonesia (WNI) membawa koper mereka usai menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Pemerintah mewajibkan WNI yang baru tiba di Indonesia untuk melakukan isolasi selama lima hari guna menghindari penularan COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Warga negara Indonesia (WNI) membawa koper mereka usai menjalani isolasi di RSDC Wisma Atlet Pademangan, Jakarta, Selasa (15/6/2021). Pemerintah mewajibkan WNI yang baru tiba di Indonesia untuk melakukan isolasi selama lima hari guna menghindari penularan COVID-19. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Melalui akun Twitter pribadi, Efriadi juga sudah mengunggah terkait pesan viral obat yang dipakai pasien COVID-19 di RSDC Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

"Beberapa obat-obatan yang tertera memang ada dipakai sebagai terapi di Wisma Atlet. Tetapi pemakaian ada aturannya, sesuai dengan terapi Dokter Penanggungjawab Pasien sesuai derajatnya," tulisnya.

Ia juga meminta masyarakat tidak mengikuti informasi viral mengenai obat untuk pasien COVID-19. "Mohon jangan diikuti," tegas Efriadi.

Infografis Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Karantina dan Isolasi untuk Covid-19

Infografis Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Karantina dan Isolasi untuk Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis Infografis Yuk Ketahui Perbedaan Karantina dan Isolasi untuk Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel