Beredar Rekaman Dugaan Permintaan Uang Keamanan Laga PSPS Riau

Merdeka.com - Merdeka.com - Bukti rekaman suara dugaan permintaan uang keamanan oleh Polresta Pekanbaru ke manajemen sepakbola PSPS Riau beredar. Di mana manajemen PSPS Riau berbekal bukti rekaman suara, mengungkap adanya seorang diduga oknum Polresta Pekanbaru meminta uang keamanan.

Imbas dari permintaan uang keamanan, akhirnya laga uji coba PSPS Riau melawan Kelantan FC pada Selasa (12/7) lalu di Stadion Utama Riau batal. Sebab manajemen tidak sanggup mengucurkan dana sebesar itu.

Bukti rekaman berdurasi 3,49 menit yang beredar diterima merdeka.com Rabu (20/7). Dalam pertemuan ini terdengar adanya penyebutan nama eks General Manager PSPS Edward Riansyah alias Edu dan sejumlah pengurus.

Dalam rekaman itu juga ada anggota Polresta Pekanbaru yang mengikuti pertemuan bersama manajemen PSPS sebelum laga uji coba dimulai.

"Saya kalau tidak mikir Edu (Eks GM PSPS Riau), ni kita batal kegiatan ini. Gak usah jadi. Kira-kira gimana? Kita batalkan kegiatan gak usah jadi atau bagaimana?" ujar salah satu suara diduga anggota polisi yang meminta uang Rp40 juta dalam rekaman suara tersebut.

Selain itu, menurut eks General Manager PSPS Riau, Edward Riansyah saat konferensi pers di hadapan wartawan mengatakan tidak mengetahui permasalahan uang keamanan Rp40 juta tersebut.

Dalam rekaman suara sekaligus video pendek itu diketahui Edward Riansyah (Edu) berada di Polresta Pekanbaru.

"Pada posisi saat itu saya kondisi sangat benar-benar tidak mengetahui (uang keamanan Rp40 juta). Karena kondisi saat itu, saya berada di lapangan itu sendiri," kata Edu.

Bahkan dalam rekaman suara itu seorang diduga polisi tersebut seolah-olah memikirkan atau menimbang rasa segan sama Edu dirinya langsung melaporkan kepada pimpinan.

"Ini karena Pak Edu, saya langsung menghadap Pak Wakil Ketua biar kita di backup habis oleh pimpinan. Biar di backup habis," kata suara diduga polisi dalam rekaman itu.

Polresta Pekanbaru Bantah Minta Uang Pengamanan

Sementara itu Wakapolresta Pekanbaru, AKBP Henky Poerwanto saat dikonfirmasi lewat pesan singkat WhatsApp Grup (WAG) terkait rekaman suara yang dibeberkan PSPS Riau mereka hanya bungkam tidak menjawab. Bahkan informasi yang beredar, pihak PSPS Riau akan membuat laporan ke kantor polisi guna menuntaskan permasalahan tersebut.

Namun Henky membantah tuduhan yang diunggah akun Instagram resmi @pspsriau. "Tidak ada seperti yang disebutkan dalam tulisan tersebut (postingan pernyataan PSPS Riau di akun IG)," kata Henky, Rabu (13/7).

Menurut Henky, manajemen PSPS Riau baru menjelaskan kegiatan pertandingan Selasa (12/7) pagi. Penjelasan itu diberikan setelah manajemen dipanggil.

"Mereka baru menjelaskan kegiatan pertandingan tadi pagi di Polresta kepada Kabagops. Itu pun setelah dipanggil Kabagops baru datang ke Polresta," kata Hengki.

Henky menyebutkan, terkait pengurusan izin pertandingan PSPS Riau melawan Kelantan FC seharusnya diurus manajemen PSPS Riau satu pekan sebelum pertandingan dimulai.

"Semestinya sesuai ketentuan dalam surat izinnya 7x24 jam sebelum pertandingan telah menjelaskan rencana kegiatan pertandingan tersebut, sehingga Polresta tidak terkesan didadak untuk kesiapan pengamanan," kata Henky. [gil]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel