Beredar Info Spesifikasi KRI Nanggala 402 Hanya Muat 33 Orang, Ini Penjelasan TNI AL

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - TNI AL merespons informasi yang beredar tentang spesifikasi kapal selam KRI Nanggala 402 hanya muat untuk 33 orang.

Asrena KSAL, Laksamana Muda TNI Muhammad Ali menjelaskan, angka 33 dalam catatan spesifikasi kapal selam KRI Nanggala 402 bukanlah jumlah maksimal total manifes awak kabin.

Menurut dia, spek atau spesifikasi 33 adalah jumlah tempat tidur yang ada di dalam kapal selam buatan Jerman tersebut.

"Menyatakan 33 itu mungkin jumlah dari tempat tidurnya, memang jumlah tempat tidur itu hanya segitu, hanya 33 atau 34," kata Ali saat jumpa pers di Mabes TNI AL, Jakarta Timur, Selasa (27/4/2021).

Ali mengklarifikasi angka tersebut sebagai sanggahan asumsi bahwa KRI Nanggala 402 tenggelam akibat kelebihan muatan kru.

Dia menjelaskan, 33 tempat tidur itu dipakai secara bergantian oleh tiap awaknya. Para awak kapal selam bekerja dan bertugas secara bergantian atau shifting.

"Bahwa tempat tidur satu itu bisa dipake untuk berapa orang untuk bergantian jaga. Jadi yang jaga kemudian tempat tidurnya digunakan. Kami pengalaman seperti itu dan itu dilakukan oleh beberapa negara seperti itu," jelas dia.

Sudah Diperhitungkan

Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Ada sebanyak 53 kru yang ikut dalam pelatihan di Kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya tersebut. (Handout/Indonesia Military/AFP)
Foto tak bertanggal yang dirilis 21 April 2021 menunjukkan kapal selam KRI Nanggala 402 berangkat dari pangkalan angkatan laut di Surabaya. Ada sebanyak 53 kru yang ikut dalam pelatihan di Kapal selam KRI Nanggala-402 dari jajaran Armada II Surabaya tersebut. (Handout/Indonesia Military/AFP)

Karenanya, lanjut Ali, angka 33 tidak berkait dengan kapasitas muatan kapal. Ali meyakini semua muatan sudah dihitung dengan rinci oleh komandan kapal dan kepala kamar mesin sehingga tindakan berisiko tidak mungkin dilakukan saat menjalankan operasi.

"Kepala kamar mesin itu pasti menghitung jumlah orang yang akan masuk dikaitkan dengan jumlah muatan yang akan dia bawa saat itu, seperti torpedo berapa yang dia bawa dan munisi lainnya," katanya menandasi.

Skenario Pengangkatan Kapal Selam KRI Nanggala 402

Infografis Skenario Pengangkatan Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Skenario Pengangkatan Kapal Selam KRI Nanggala 402. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: