Beredar Video Kedua Rektor UIN Jember Diduga Ajak Mahasiswi Nyanyi Dangdut

Merdeka.com - Merdeka.com - Pelaksanaan kegiatan Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) Universitas Islam Negeri Kiai Haji Achmad Siddiq (UIN KHAS) Jember masih menjadi sorotan. Hal ini terkait rektor UIN KHAS Jember Babun Suharto yang justru diduga sebagai pemicu aksi goyang dangdut di ruangan yang disebut sebagai masjid.

Sebelumnya, viral video puluhan mahasiswa tampak berjoget dengan diiringi lagu koplo 'Ojo Dibandingke' yang beredar di media sosial. Video tersebut mendapat kritik dari netizen karena diduga dilakukan di dalam masjid kampus.

UIN KHAS kemudian mengklarifikasi, bahwa lokasi tersebut belum menjadi masjid karena belum selesai dibangun. Dalam klarifikasi resminya, UIN KHAS Jember menyatakan video tersebut menimbulkan salah paham karena hanya mengambil penggalan durasi.

Dan setelah itu, pihak panitia menegur para mahasiswa agar tetap menjaga kesopanan selama acara yang dulu dikenal dengan nama Ospek.

Usai diklarifikasi, muncul video baru yang diunggah di akun instagram @UINKHASCenter. Dalam postingannya, terdapat video yang menunjukkan bahwa Babun Suharto diduga mengajak seorang mahasiswi bernyanyi lagu dangdut bersama di depan ratusan mahasiswa peserta PBAK.

Postingan itu disertai narasi berisi curhatan mahasiswa yang kecewa dengan klarifikasi dan teguran dari pihak kampus. Sebab, menurutnya, justru nyanyian rektor itu yang memicu mahasiswa baru peserta PBAK bergoyang di gedung yang menyerupai masjid.

Saat dikonfirmasi merdeka.com, juru bicara dan Kepala Pusat Data dan Informasi UIN KHAS Jember, Mochammad Affandi menjelaskan, saat itu Babun Suharto tidak bermaksud untuk mengajak berjoget ria dan bercampur baur pria dan wanita. Yang dilakukan Babun, menurut Affandi, hanya untuk mencairkan suasana.

"Tidak ada maksud rektor untuk mengajak hal yang tidak baik," papar Affandi saat dihubungi pada Selasa (30/8).

Selain itu, Affandi membantah, lokasi tersebut adalah masjid. Sebab, bangunan yang berada di dekat gedung Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam tersebut baru selesai 60 persen. Bangunan tersebut baru akan difungsikan sebagai masjid setelah selesai dibangun dan diberi nama Masjid Sunan Kalijaga.

"Saat ini kami menggunakan Masjid Sunan Ampel yang berada di dekat rektorat. Tentu saja dalam lokasi yang berdekatan, secara fikih, tidak bisa ada dua masjid. Sehingga tentu yang gedung tersebut (lokasi joget) secara hukum tidak bisa disebut sebagai masjid," tutur pria yang juga dosen Fakultas Dakwah ini.

Nampak dalam video kedua yang viral, Babun Suharto menyanyikan lagu dangdut, berduet dengan seorang mahasiswi di hadapan ratusan mahasiswa baru peserta PBAK. Dalam video viral itu, nampak pria yang sudah memimpin kampus sejak tahun 2021 itu menyanyikan lagu dengan irama pelan dan berjarak cukup jauh dengan lawan duetnya.

Adapun video yang lebih dulu viral, menunjukkan para mahasiswa dan mahasiswi berjoget dengan iringan lagu koplo 'Ojo Dibandingke' dengan irama yang lebih nge-beat.

"Antara video pertama dan kedua itu ada rentang jarak yang cukup jauh. Sehingga tidak benar jika pak rektor yang mengajak para maba bergoyang bersama," tegas Affandi.

Lebih lanjut, Afandi juga menegaskan, akun instagram yang memposting video tersebut, yakni @UINKHASCenter, bukan akun resmi dari UIN KHAS Jember. "Akun resmi kami adalah @UINKHASOfficial," pungkas Affandi. [cob]