Beredar Video, Tentara AS Kencingi Mayat Pejuang Taliban

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Dalam video berdurasi 37 detik yang tersebar di internet, empat orang tentara AS tampak mengencingi tiga mayat pejuang Taliban di Afghanistan. Video tersebut pertama kali diposting di situs Live Leak. Keempat tentara AS tersebut terlihat menyadari bahwa mereka sedang direkam.

Ketiga mayat bersimbah darah itu diletakan di tanah. Empat orang berbaju kamuflase marinir AS mengencingi mayat-mayat tersebut. Salah satu dari tentara AS di video tersebut berujar, “Have a nice day, buddy.” Sementara yang lainnya berkelakar kotor mengenai mandi.

Korps Marinir AS mengatakan, akan menginvestigasi video tersebut. “Kami belum dapat memverifikasi kebenaran video tersebut. Namun aksi tersebut tidak sesuai dengan nilai utama kami dan juga tidak mengindikasikan karakter para marinir di korps kami,” ujar Korps Marinir AS dalam sebuah pernyataan yang dikutip Aljazirah. Kasus ini sedang diinvestigasi oleh Naval Criminal Investigative Service (NCIS), organisasi penegak hukum militer.

Juru bicara Pentagon, John Kirby, juga mengutuk video tersebut. “Tanpa melihat siapa yang ada di video tersebut, video itu memperlihatkan tindakan yang menjijikan dan tidak dapat dilakukan oleh siapapun yang mengenakan seragam,” ujar Kirby.

Reaksi mengecam terhadap video itu muncul di situs-situs militer, termasuk Stars and Stripes, kanal berita resmi Departemen Pertahanan. Di situs tersebut terdapat komentar berbunyi, “Saya seorang veteran yang sangat tahu seperti apa memegang kebencian terhadap lawan. Saya tidak mengatakan tindakan tersebut benar, tetapi janganlah merekam hal seperti itu dan mempostingnya di internet." Ia juga memperingatkan video tersebut dapat menjadi alasan Taliban untuk memperlakukan tahanan Amerika dengan kasar.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.