Beregu putra Indonesia berharap pada sektor tunggal

Junaydi Suswanto

Beregu putra Indonesia mengandalkan sektor tunggal saat menghadapi tim bulu tangkis Malaysia pada final SEA Games 2019 di Muntinlupa Sports Complex, Rabu.

"Pastinya menurunkan yang terbaik dari yang kita bawa ke Manila," kata manajer tim Indonesia Eddy Prayitno.

Indonesia menurunkan Jonatan Christie, Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Anthony Sinisuka Ginting, Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf, dan tunggal terakhir Shesar Hiren Rhustavito.

Sementara Malaysia akan menurunkan Lee Zii Jia, Aaron Chia Teng Fong/Soh Wooi Yik, Soong Joo Ven, Ong Yew Sin/Teo Ee Yi, dan tunggal ketiga Lim Chong King.

Baca juga: Ginting pastikan regu putra bulu tangkis Indonesia maju ke final

Jonatan Christie diharapkan membuka poin untuk Indonesia karena ia punya catatan positif melawan Lee Zii Jia. Jonatan selalu menang dalam pertemuan empat kali.

“Melawan Malaysia pasti akan ketat karena tunggal pertama dan kedua mereka bagus. Ganda putranya juga bagus, jadi kami harus waspada. Tetap optimis tapi nggak boleh lengah,” kata Jojo.

Ancaman justru datang dari ganda putra. Meski secara peringkat unggul, Fajar/Rian selalu kalah ketika bertemu Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Ini jadi kesempatan bagi Fajar/Rian untuk meraih kemenangan perdana atas pasangan peringkat ke-13 dunia itu.

Baca juga: Bulu Tangkis putra langsung ke semifinal, putri hadapi Vietnam

“Memang secara head to head kami kalah dari ganda pertama Malaysia. Tapi ini pertandingan beregu apapun bisa terjadi. Yang pasti kami harus tetap fokus dan mentalnya harus disiapkan lagi. Kami tidak mau terbebani, tapi malah semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik buat negara,” kata Fajar.

Pada partai ketiga, Anthony Sinisuka Ginting memenangkan satu-satunya duel kontra Soong Joo Ven empat tahun lalu di Vietnam Terbuka.

Sementara, ganda putra Wahyu Nayaka Arya Pankaryanira/Ade Yusuf berhadapan dengan Ong Yew Sin/Teo Ee Yi. Kedua pasangan sama kuat dalam empat pertemuan.

Shesar Hiren Rhustavito yang turun di partai terakhir belum pernah bertemu dengan Lim Chong King.

Baca juga: Regu bulu tangkis putri Indonesia harus puas dengan medali perak

Baca juga: Gregoria cedera, jadi korban lapangan yang licin