Bergaya Klasik, Mobil Listrik Manta GSe Gunakan Transmisi Manual

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Seakan tak ingin ketinggalan tren, Opel akhirnya memperkenalkan mobil listrik bernama Manta GSe. Secara fisik, Manta GSe bergaya klasik. Mirip sedan Holden Monaro bergaya coupe yang populer di Indonesia pada era 70-an.

Menariknya, mobil listrik ini menggunakan transmisi manual. Ya, amat jarang pabrikan membenamkan penyalur daya pada kendaraan EV atau listrik murni dengan transmisi manual. Opel tetap menggunakan girboks empat percepatan MT asli Manta. Sehingga memberi kesan coupe elektrik jadul.

Benefit yang didapat ialah, torsi puncak langsung tersedia mulai dari putaran nol rpm. Pengguna dapat langsung mendapat respons maksimal tatkala injak pedal gas secara instan. Ya memang begitulah karakter mobil berjantung setrum.

Manta GSe terbaru dideskripsikan sebagai restomod elektrik pertama dari Opel, dengan mengemas komponen EV modern di bawah siluet klasik coupe Jerman ini. Mesin asli 1,6 liter empat silinder di balik moncong bonet digantikan oleh motor listrik dengan tenaga 145 HP (147 PS) dan torsi 166 lb-ft atau 225 Nm.

Tenaga bersumber dari paket baterai lithium-ion 31 kWh, memungkinkan sang sedan menempuh jarak maksimal sekitar 124 mil (200 km). Sama seperti model Opel listrik reguler, Manta telah diperbarui, memiliki fitur pengereman regeneratif dan pengisi daya onboard 9kW.

Jika Anda ingin melakukan pengisian penuh. Klaim pabrikan, hanya membutuhkan waktu kurang dari empat jam untuk menyelesaikannya.

Untuk diketahui, Opel sempat mengungkapkan gambar teaser Manta GSe elektromod dengan segala kemegahannya, dua bulan lalu. Dan mereka secara resmi membangun ke jalur produksi dalam rangka merayakan ulang tahun ke-50 Opel Manta.

Lalu ada kabar juga ia digadang sebagai model pelopor peluncuran sub-merek GSe, yang fokus pada model elektrifikasi berperforma tinggi. Tinggal melihat bagaimana potensi ke depannya.

Opel mengaku telah berhasil menggabungkan elemen desain terbaru dengan rancangan dalam bentuk kendaraan klasik, seperti Manta GSe. Saat Anda melihat tampilan depan, di ujung terdapat Pixel-Vizor yang membentang di sepanjang kisi-kisi mobil.

Interior

Pada dasarnya ini merupakan visual sebagai pesan lucu, seperti "I am on a zero e-mission", diikuti tampilan siluet Manta. Kemudian lampu belakang bundar terpasang menawan berupa unit LED tiga dimensi. Bagian ekor mencuat ke atas seperti duck tail. Baik dari depan maupun buritan, sungguh terlihat punya cita rasa tersendiri.

Ia tampil publik dengan warna kuning mencolok, kontras berikut kap hitam. Sedangkan roda dirancang khusus memakai paduan pelek dual tone 17 inci. Interior Opel Manta GSe baru juga mendapatkan sentuhan klasik namun tak meninggalkan aksentuasi kontemporer. Mulai dari tampilan serbadigital terbaru di kluster instrumen dan sistem infotainment. Masing-masing layar digital berukuran 12 inci dan 10 inci.

Semua berorientasi pada penunjang kepraktisan pengemudi. Selain itu, Opel telah menambahkan sistem audio papan atas garapan Marshall. Niscaya semburan frekuensi detail dapat tersalur baik ke telinga penghuni kabin. Dentuman low, middle dan high siap memanjakan penghuni kabin.

GSe juga dilengkapi sepasang kursi sport bucket dengan garis tengah kuning. Konon sanggup menawarkan dukungan plus kenyamanan yang jauh lebih baik daripada aslinya. Roda kemudi palang tiga didandani ulang. Sekarang setir dilengkapi penanda kuning di posisi jam 12 dan tetap bergaya klasik.

Sementara permukaan dasbor maupun panel pintu kini dikelir abu-abu matt untuk mengontraskan kombinasi kuning hitam yang ditemukan di tempat lain. Lalu terakhir, headliner sekarang dalam balutan Alcantara.

Sumber: Oto.com

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19

Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Infografis 4 Tips Jaga Kesehatan Mental Saat Pandemi Covid-19. (Liputan6.com/Trieyasni)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel