Bergelar Pangeran, Jordi Amat Mendapat Pengakuan dari Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara

Bola.com, Jakarta - Jordi Amat, atau kini bergelar YM. Pangeran Jordi Amat Maas, mendapatkan pengakuan dari Keluarga Besar Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara.

Kesultanan Adat Nusantara menyatakan bahwa Jordi Amat sekarang sah menjadi anggota, seraya menyebut bahwa pemain yang sedang menjalani proses naturalisasi itu sebagai generasi ketiga dari Raja M.D Kansil, Kerajaan Siau, Sulawesi Utara.

Jordi Amat mengunggah semacam sertifikat atau ijazah, ditandatangani oleh HRH Pangeran John FE South Kansil Kerajaan Siau selaku Ketua Umum Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara (DEKKAN) berserta Sekretaris Jendera DEKKAN, HRH Pangeran Andi Muhammad Oza Tagunu Kerajaan Parigi.

Dalam sertifikat tersebut, disebutkan bahwa pihak Kesultanan Adat Nusantara menyertakan Jordi Amat menjadi bagian dari Keluarga Besar Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara.

 

Bunyi Pernyataan Pengangkatan Jordi Amat

<p>Jordi Amat resmi gabung Johor Darul Ta'zim (JDT). (Instagram JDT).</p>

Jordi Amat resmi gabung Johor Darul Ta'zim (JDT). (Instagram JDT).

Pernyataan pengangkatan itu dirilis pada Jumat, 1 Juli 2022 di Jakarta perihal Anggota Kehormatan.

"Dengan ini menyampaikan sebagai dasar perhatian dan apresiasi terhadap Trah Keluarga Besar Raja & Sultan Nusantara Indonesia dalam hal ini perkumpulan Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara menyambut dengan penuh penghormatan kepada YM Pangeran Jordi Amat Maas, generasi ketiga dari Raja M.D Kansil, Kerajaan Siau, Sulawesi Utara," bunyi pernyataan tersebut, Jumat (1/7/2022).

"Untuk bersama memperkenalkan dan menjaga amanat luhur Adat dan Budaya Kerajaan Kesultanan Nusantara Indonesia dan menjadi bagian dari Keluarga Besar Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara."

 

Darah Siau

<p>Jordi Amat resmi gabung Johor Darul Ta'zim (JDT). (Instagram JDT).</p>

Jordi Amat resmi gabung Johor Darul Ta'zim (JDT). (Instagram JDT).

Usut punya usut, Jordi Amat mengaku masih keturunan Siau dari neneknya. Adapun kakek moyangnya adalah M.D Kansir, yang tidak lain adalah Raja Siau ke-17.

Ini menandakan bahwa Jordi Amat masih berdarah bangsawan. Keluarga Besar Dewan Kerajaan Kesultanan Adat Nusantara pun memberikan gelar pangeran kepada eks Espanyol dan Swansea tersebut.

Jordi Amat juga mengaku sering mendapatkan cerita tentang asal usul pendahulunya dari neneknya. Dari sanalah kecintaannya terhadap Indonesia tumbuh sampai ia memutuskan untuk mantap membela Timnas Indonesia.

 

Dikritik karena Bergabung dengan Klub Malaysia

Jordi Amat menerima beragam tuduhan dari netizen Indonesia setelah memilih bergabung dengan Johor Darul Ta'zim (JDT). Mulai dari memanfaatkan naturalisasi hingga anggapan penurunan karier.

Ia pun menjelaskan alasannya bergabung dengan JDT di tengah tuduhan dan kritikan yang mengarah padanya.

"Halo semua pengikut yang saya hormati. Saya membuat pernyataan ini untuk menjelaskan bahwa mengapa saya memilih JDT sebagai tim baru saya," tulis Jordi Amat di akun media sosialnya, Rabu (29/6/2022).

"Hal pertama yang ingin saya klarifikasi adalah semua tuduhan yang salah terhadap saya, yang mengatakan bahwa saya ingin mendapatkan paspor Indonesia hanya untuk bisa bermain sebagai kuota Asia di tim baru saya JDT," jelas Jordi Amat.

"Saya ingin semua orang tahu bahwa sebelum saya mengambil keputusan ini, saya juga mendapatkan beberapa tawaran dari beberapa kompetisi kuat dari negara lainnya," tuturnya.

 

Dekat dengan Indonesia

Jordi Amat bermain untuk JDT supaya dapat lebih dekat dengan Indonesia lantaran statusnya yang sebentar lagi menjadi WNI dan dapat membela Timnas Indonesia.

Selain itu, Jordi Amat masih bisa menjaga performanya dengan beraksi di level tinggi karena JDT berkancah di Liga Champions Asia.

"Karena kedekatan dengan Indonesia dan juga saya memungkinkan untuk lanjut berkompetisi di level tertinggi sepak bola Asia. Karena JDT bermain di Liga Champions Asia," terang Jordi Amat.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel