Berguru Teknologi sama Pornografi

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 3 menit

VIVA – Berguru teknologi sama industri pornografi. Tanpa kita sadari bahwa kesuksesan industri esek-esek ini tidak bisa lepas dari peran teknologi. Mulai dari chatbot, layar sentuh atau touch screen pada smartphone hingga virtual reality (VR). Hal itu pula membuat membuat film porno memiliki banyak inovasi.

Bukan hal yang mengejutkan memang. Tapi, belum banyak yang tahu mengenai evolusi dan inovasi yang kerap dipakai di industri pornografi lalu ditiru oleh industri lain. Penasaran?

Dari situs The Next Web, Selasa, 7 Juli 2020, teknologi yang saat ini populer boleh dibilang berkat pornografi. Berikut beberapa evolusi teknologi yang diadopsi dari industri pornografi.

Baca: Teknologi 5G Bikin Industri Film Porno Makin Berkibar

Camera Super 8

Pada 1958, fotografer muda Inggris, Harrison Marks membuat film pendek 8mm tentang wanita yang membuka pakaian dan berpose tanpa busana. Kemudian, seiring kemajuan teknologi maka penjualan kamera dan proyektor 8mm melonjak tajam. Camera Super 8 memiliki harga yang murah dan mudah digunakan. Alasan ini membuat kamera tersebut menjadi standard di industri pornografi.

Kaset analog

Pada akhir 1970-an, Betamax dan VHS bersaing untuk menjadi teknologi unggul untuk kelas rumahan. Lalu, ada seorang pornografer yang menggunakan kaset analog (VHS) untuk konten dewasa dan menyumbang angka 50 persen untuk penjualan rekaman video di AS. Aawal 2000-an, DVD erotis mampu mengubah lanskap teknologi dan VHS mulai ditanggalkan.

Blue-Ray

Kembali ke era 1970 hingga 1990, di mana menonton pornografi di rumah populer dengan kualitas Blue-Ray. Meskipun kualitas gambarnya tidak terlalu bagus, namun dengan ini penonton bisa menikmati durasi konten yang lebih panjang.

TV kabel

Sebelum adanya Playboy Channel, Manhattan Public Access Cable hanya memiliki 80 ribu pelanggan. Kemudian, hadir The Ugly George Hour of Truth, Sex and Violence, membuat mereka mampu meraih 100 ribu pelanggan dengan 13 episode. Lalu melonjak ke 300 ribu pelanggan pada akhir musim kedua series.

Pesan instan

Pesan instan yang saat ini populer adalah WhatsApp. Namun konsep ini ternyata telah ada sejak awal 1990. Komunitas online didominasi oleh orang-orang yang membeli, menjual, dan membuat film porno. Domain FriendFinder didirikan pada tahun yang sama oleh AOL, yang digunakan untuk obrolan pribadi.

Video streaming

Pada 1994, Belanda menjadi negara pelopor teknologi video streaming lewat Red Light District. Mereka adalah pengembang pertama video streaming berbasis internet. Jasa-jasanya masih bisa kita nikmati hingga saat ini.

Interaksi online

Jangan lupakan juga kamera web dan streaming online yang membuat perubahan revolusioner dalam hal produksi dan konsumsi konten film biru. Jauh sebelum adanya teknologi ini, para penikmat konten esek-esek hanya mengandalkan situs porno untuk interaksi real-time.

Produksi film porno dengan webcam juga diandalkan untuk kegiatan amatir dan rumahan, sehingga webcam menjadi lebih banyak digunakan untuk konten sehari-hari.

Pembayaran online

Faktanya, jenis pembayaran online sudah ada sejak dahulu, dan pelopornya, sekali lagi adalah pornografi. Situs web dewasa dijadikan sebagai ladang bisnis online. Sistem kartu elektronik yang dibuat Richard Gordon digunakan untuk pebisnis membuat tagihan kepada pelanggan. Sistem ini ternyata juga menjadi jalan bagi PayPal, eBay dan Amazon untuk tumbuh.

Virtual Reality (VR)

Teknologi tidak akan lagi membuat orang-orang sekadar menyaksikan film porno. Dengan VR mereka akan mengalami sensasi yang berbeda, seperti sungguhan. Perusahaan hiburan dewasa akan menciptakan produk imersif yang dapat mempercepat adopsi VR, termasuk pandangan 360 derajat. Terlebih jika kacamata VR disinkronkan dengan mainan seks, stimulator dan smartphone, maka teknologi ini semakin banyak diadopsi.