Berharap Jadi Tren, Persebaya Tak Takut Bersaing di Liga 1 meski Didominasi Pemain Muda

Bola.com, Surabaya - Persebaya Surabaya melakukan bongkar pasang komposisi pemain. Total, mereka kini sudah memiliki 19 pemain yang diumumkan jadi bagian tim untuk Liga 1 musim depan.

Delapan di antaranya adalah anggota skuad musim lalu, yakni Ernando Ari Sutaryadi, Andhika Ramadhani, Satria Tama, I Gede Dida, Rizky Ridho, Koko Ari Araya, Alwi Slamat, dan Muhammad Hidayat.

Terdapat empat eks pemain Elite Pro Academy (EPA) yang didatangkan yaitu Deni Agus, Arief Catur, Risky Dwiyan, dan Widi Syarief.

Lalu, ada enam pemain direkrut dari klub lain, yakni Andre Oktaviansyah, Mochamad Zaenuri, Leo Lelis, Januar Eka, Salman Alfarid, dan Dandi Maulana. Terakhir, Brylian Aldama yang merupakan eks Persebaya U-20 berhasil dipulangkan.

Dari situ saja sudah terlihat bahwa mayoritas pemainnya berusia di bawah 23 tahun. Publik menyangsikan Persebaya bisa meraih prestasi menembus lima besar seperti musim lalu melihat nama-nama pemain rekrutan yang masih belum familiar.

Persebaya menerima ejekan dari publik karena terlalu banyak merekrut pemain muda. Bukan hal yang mudah membangun tim baru dalam waktu tiga bulan sebelum Liga 1 digelar mulai Juli mendatang.

Apalagi, manajemen Persebaya memasang target menembus tiga besar, atau menembus posisi klasemen yang mendapat slot ke kompetisi Asia. Lantas, apakah Persebaya tidak khawatir gagal mencapai target itu?

“Tidak. Kami insyaAllah akan fight musim ini. Bukan berarti kami anak muda ini (susah mencapai) target. Tetap akan melihat ini, insyaAllah,” ungkap Yahya Alkatiri, manajer Persebaya Surabaya.

Mental Juara

Meski masih muda, para pemain Persebaya Surabaya sudah bermental juara. Di antaranya adalah Ernando, Brylian, dan Andre. Lalu, masih Mochammad Supriadi yang kemungkinan bertahan.

Empat nama itu adalah penghuni skuat Timnas Indonesia U-16 arahan Fakhri Husaini saat menjuarai Piala AFF U-16 2018 di Sidoarjo.

Lalu, para eks jebolan EPA juga pernah menorehkan prestasi gemilang. Bersama Persebaya U-20, mereka menjuarai EPA U-20 pada 2019 di bawah asuhan Uston Nawawi yang kini jadi asisten pelatih tim Persebaya senior.

“Ini sebenarnya kami membangun DNA juara. Memang kami menggunakan strategi, yang menurut saya, insya Allah tepat. Itu sebenarnya kalau dilihat, kolaborasinya anak-anak EPA U-20 yang juara, dan Timnas U-16. Kalau mau ngomong apapun, anak-anak itu sudah punya DNA juara,” terang Yahya.

Di sisi lain, kebijakan Persebaya ini juga menuai pujian. Sebab, keberadaan mereka akan berguna untuk Timnas Indonesia. Hal ini tentu berbeda jauh dengan klub lain memilih mendatangkan pemain matang.

Timnas Indonesia

Persebaya juga selalu menyumbang pemain terbanyak untuk Timnas Indonesia, baik untuk laga uji coba maupun Piala AFF 2020. Tidak menutup kemungkinan, para pemain muda lain semakin berkembang dan bisa membela Timnas Indonesia.

Saat ini saja, tercatat sudah lima pemain yang bergabung TC Timnas Indonesia proyeksi SEA Games. Mereka adalah Ernando Ari Sutaryadi, Rizky Ridho, Marselino Ferdinan, Koko Ari Araya, dan Andhika Ramadhani.

Selain lima nama tersebut, sebenarnya masih ada dua pemain lagi dari Persebaya, yakni Ricky Kambuaya dan Rachmat Irianto. Namun, keduanya secara resmi memilih hengkang dan kini telah menjadi bagian dari Persib Bandung.

“Tinggal sekarang bagaimana anak-anak mau mengembangkannya. Ini semua sudah terukur sebenarnya. Bukan gambling parah. Ini sudah diukur. Ya, semoga ini jadi tren baru,” ucap pria berusia 39 tahun tersebut.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel