Berharta Rp 2.700 Triliun, Elon Musk Pernah Kerja Serabutan dengan Gaji USD 18

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Elon Musk berhasil menggeser Jeff Bezos sebagai orang terkaya di dunia. Namun tak banyak yang tahu, ia pernah bekerja serabutan sebelum akhirnya sukses di Silicon Valley.

Dikutip dari CNBC, Musk meninggalkan rumahnya di Afrika Selatan dan menuju Kanada saat berusia 17 tahun. Menurut buku "Elon Musk: Tesla, SpaceX, and the Quest for a Fantastic Future" oleh Aslee Vance, ia tinggal bersama sepupunya di Kanada.

Pada awalnya, pria berusia 49 tahun itu bekerja di pertanian sepupunya di Waldeck, Saskatchewan, sebuah desa yang pada 2016 memiliki populasi kurang dari 300 orang. Di sana, ia merawat sayuran.

Kemudian, Musk muda belajar memotong kayu dengan gergaji rantai di Vancouver, British Columbia. Namun setelah bertanya di sebuah kantor mengenai pekerjaan dengan gaji terbaik, Musk melakukan pekerjaan terberatnya yaitu membersihkan ruangan ketel di pabrik kayu dan mendapatkan bayaran USD 18 per jam.

Musk dalam biografinya mengatakan bahwa ia memakai pakaian hazmat dan kemudian berjalan melewati terowongan kecil yang hampir tidak bisa dimasuki orang. Ia harus mengambil pasir, residu dan kotoran lainnya, kemudian menggunakan sekop mengeluarkannya melalui tempat yang sama.

"Tidak ada jalan keluar. Jika Anda berada di sana selama lebih dari 30 menit, Anda akan kepanasan dan mati," kata Musk.

Ketika awal bekerja, ada 30 orang mulai bekerja ada awal pekan yang sama dengannya. Namun pada hari ketiga, hanya lima orang tersisa. Pada akhir pekan, hanya Musk yang tersisa dengan dua orang lain yang melakukan pekerjaan tersebut.

Pendidikan dan Karir

Elon Musk kini berstatus single parent. Sama seperti dengan Amber yang hendak bercerai dengan Johnny Depp. (AFP/Bintang.com)
Elon Musk kini berstatus single parent. Sama seperti dengan Amber yang hendak bercerai dengan Johnny Depp. (AFP/Bintang.com)

Musk akhirnya memutuskan mengejar karirnya di bidang teknologi. Ia lulus dari University of Pennsylvania pada Mei 1997, kemudian melanjutkan ke Stanford University tapi memutuskan untuk berhenti.

Musk lalu pergi ke Silicon Valley, dan melamar pekerjaan di Netscape, tapi tidak diterima. "Saya sebenarnya mencoba menunggu di lobi (Netscape), tapi saya terlalu malu untuk berbicara dengan siapa pun. Jadi saya hanya berdiri di sana, itu sangat memalukan," tuturnya.

Terlepas dari awal tidak menguntungkan di dunia profesional, Musk pada 1999 menjual perusahaan pertamanya, Zip2, kepada Compaq dengan harga sekira USD 300 juta.

Ia memulai Zip2 setelah pengalaman melamar ke Netscape. Sehingga memutuskan ketimbang meraih gelar PhD di Stanford, ia mencoba memulai sebuah perusahaan. Menurutnya, ia selalu bisa kembali ke pendidikan jika bisnisnya tidak berhasil.

Musk menggunakna uang dari penjualan Zip2 untuk mendirikan X.com, sebuah platform layanan finansial online yang bergabung dengan Confinity pada 2000, yang kemudian menjadi PayPal. Pada 2002, eBay membeli PayPay seharga USD 1,5 miliar.

Musk kemudian memulai SpaceX pada 2002, diikuti Tesla pada 2003. Pada 2016, ia mendirikan Neuralink, dan setahun kemudian mendirikan The Boring Company. Kesuksesannya di berbagai bisnis, membuatnya kini menjadi orang terkaya di dunia.

Mengutip CNN pada Jumat (8/1/2021), Bloomberg menyebutkan Elon Musk menggeser posisi Jeff Bezos dipicu lonjakan 6 persen saham Tesla (TSLA), yang mendorong nilai kepemilikan dan opsi saham sang CEO naik USD 10 miliar. Alhasil, kekayaan bersih pria ini bertambah menjadi sekitar USD 191 miliar atau sekitar Rp 2.700 triliun (kurs 14.136 per dolar AS)

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: