Berhasil Bangkit, IHSG Ditutup di Zona Hijau

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada penutupan perdagangan Kamis pekan ini. IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.299,54.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis(16/1/2020), IHSG ditutup naik tipis 2,68 poin atau 0,04 persen ke posisi 6.286,04. Sementara itu, indeks saham LQ45 melemah 0,07 persen ke posisi 1.025,80.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 6.299,54 dan terendah 6.255,49.

Sebanyak 195 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 189 saham melemah dan 169 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 499.441 kali dengan volume perdagangan 7,1 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 7 triliun.

Investor asing jual saham mencapai Rp 823,71 miliar di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 13.630.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, enam sektor berada di zona hijau. Sektor perkebunan memimpin dengan naik 1,48 persen, diikuti sektor perdagangan yang naik 1,09 persen dan sektor industri dasar yang naik 0,66, persen.

Sementara sektor yang melemah dipimpin oleh sektor aneka industri yang anjlok 0,88 persen. Kemudian sektor infrastruktur yang turun 0,49 persen dan sektor keuangan turun 0,30 persen.

Saham-saham yang menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau antara lain MARI yang naik 34,74 persen ke Rp 256 per saham, HKMU menguat 34,67 persen ke Rp 268 per saham dan BAJA naik 33,9 persen ke Rp 79 per saham.

Sedangkan saham-saham yang melemah diantaranya PTIS yang turun 34,36 persen ke Rp 128 per lembar saham, PORT melemah 25 persen ke Rp 600 per lembar saham dan AMAR turun 25 persen ke Rp 480 per lembar saham.

Sesi Pembukaan Perdagangan

Pekerja mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di salah satu perusahaan Sekuritas, Jakarta, Rabu (14/11). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil bertahan di zona hijau pada penutupan perdagangan hari ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak melemah pada pembukaan perdagangan Kamis pekan ini. Sebagian sektor menguat hanya ada satu sektor yang tertekan yaitu infrastruktur.

Pada prapembukaan perdagangan, Kamis (16/1/2020), IHSG melemah 7,4 poin atau 0,12 persen ke level 6.275,95. Pelemahan IHSG berlanjut pada pembukaan perdagangan pukul 09.05 WIB dengan turun 6,54 poin atau 0,11 persen ke level 6.277,09.

Indeks saham LQ45 juga turun 0,26 persen ke posisi 1.022,38. Seluruh indeks saham acuan bergerak di zona merah

Pada awal pembukaan perdagangan, IHSG berada di level tertinggi 6.275,95 dan terendah di 6.267,53.

Sebanyak 74 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sedangkan 96 saham menguat dan 121 saham diam di tempat.

Adapun total frekuensi di awal perdagangan saham 16.710 kali dengan volume perdagangan 157,4 juta saham. Nilai transaksi harian saham Rp 168,9 miliar.

Investor asing jual saham Rp 20,93 miliar di pasar regular, dan posisi rupiah di angka 13.670 per Dolar AS.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, hanya dua yang berada di zona hijau yaitu sektor pertambangan yang turun 0,33 persen dan sektor perkebunan yang turun 0,29 persen.

Sedangkan sektor yang melemah terdalam yaitu sektor aneka industri yang anjlok 1,31 persen. Kemudian diikuti sektor manufaktur turun 0,51 persen dan sektor konstruksi melemah 0,40 persen.

Sementara saham yang melemah dan mendorong IHSG ke zona merah diantaranya INDO yang turun 23,81 persen ke Rp 150 per lembar saham, AMAR turun 15,62 persen ke Rp 540 per lembar saham dan SKYB melemah 14,81 persen ke Rp 69 per lembar saham.

Sementara saham-saham yang menguat, antara lain KARW naik 25,40 persen menjadi Rp 79 per lembar saham, GLOB naik 24 persen menjadi Rp 434 per lembar saham dan KAYU menguat 17,98 persen menjadi Rp 105 per lembar saham. 

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: