Berhasil Tekan Keterlambatan Penyaluran Dana BOS, Ini Penjelasan Mendikbud

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengklaim berhasil menekan keterlambatan penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) hingga 32 persen. Atau setara dengan tiga minggu lebih cepat dari biasanya.

Nadiem menjelaskan, hal itu lantaran terobosan yang telah diambil pihaknya dengan langsung menyalurkan dana BOS ke rekening sekolah.

"Kita berhasil mengurangi keterlambatan pengiriman dana BOS sebesar 32 persen, atau dalam ukuran waktu itu sekitar tiga minggu lebih cepat. Rata-rata tiga minggu lebih cepat dibandingkan tahun 2019," sebut Nadiem dalam siaran daring di YouTube Kemendikbud RI, Kamis (25/2/2021).

Dampak pengiriman dana BOS dijelaskan Nadiem begitu luar biasa. Menurutnya dulu banyak orang tua siswa yang diminta untuk menalangi dana operasional sekolah lantaran keterlambatan dana BOS. Kini hal itu sudah tak ada lagi.

"Dampak ekonomi masyarakat di setiap sekolah juga sangat besar, di mana sekolah punya anggaran tepat waktu. Tentunya untuk kualitas Merdeka Belajar," ungkap Nadiem.

Mendikbud juga menyitir data survei yang diperoleh, di mana menurutnya sistem penyaluran BOS langsung ke sekolah dirasa begitu memudahkan bagi sekolah. Hal ini sebut Nadiem akan menjadi motivasi bagi pihaknya untuk terus melakukan optimalisasi kebijakan anggaran.

"Dalam survei ini 85,5 persen responden sekolah dan 96 persen dari responden pemerintah daerah memandang penyaluran BOS langsung ke rekening sekolah ini sangat memudahkan, atau sangat memudahkan," katanya.

**Ibadah Ramadan makin khusyuk dengan ayat-ayat ini.

Penyaluran Dana BOS Tahun Ini Lebih Cepat

Sebelumnya, Kementerian Keuangan telah menyalurkan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler Tahap I Gelombang I sebesar Rp 9.803.214.420.000 untuk 136.579 sekolah.

Penyaluran dana BOS ke sekolah-sekolah pada Februari ini lebih cepat dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

"Sebelumnya rata-rata (dana BOS) baru masuk ke rekening sekolah pada Maret dan April," ujar Plt. Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan, Nufransa Wira Sakti, dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin, 17 Februari.

Selain itu, salah satu perubahan mekanisme yang memudahkan percepatan atas penyaluran dana BOS ini adalah disalurkan secara langsung ke Rekening Sekolah. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 9/PMK.07/2020 tentang Perubahan Atas PMK Nomor 48/PMK.07/2019 tentang Pengelolaan DAK Nonfisik.

Saksikan video pilihan di bawah ini: