Berhasil Tembus Goa Baliem, Pasukan Tengkorak TNI Ungkap Kisah Papua

Bayu Adi Wicaksono
·Bacaan 2 menit

VIVA – Ada yang menarik dalam Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan (Rabiniscab) Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilangsungkan di Graha Yudha Wastu Pramuka, Bandung, Jawa Barat.

Dalam kegiatan rutin militer TNI Angkatan Darat yang dilangsungkan Rabu 17 Maret 2021 ini, hadir Komandan Batalyon Infanteri Para Raider 305/Tengkorak, Mayor Inf Fajar Akhirudin.

Kehadiran Komandan Pasukan Tengkorak cukup menyita perhatian, sebab di hadapan peserta yang hadir, Mayor Fajar mengisahkan berbagai cerita keberhasilan pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak menjalankan tugas operasi sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) Mobile RI-Papua Nugini 2019-2020 di Papua.

Banyak hal yang diungkap Mayor Fajar saat berada di medan operasi Satgas Pamtas Mobile RI-PNG. Mulai dari situasi keamanan di Papua sampai kegiatan-kegiatan sosial kemasyarakatan.

Luar biasanya, paparan Komadan Pasukan Tengkorak Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) itu mendapat apresiasi dari seluruh tamu undangan yang hadir dalam acara tersebut.

Dan paparan Mayor Fajar itu menjadi tolak ukur dalam mewujudkan visi dan misi penyelenggaraan fungsi dan tugas satuan infanteri dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

Serta terwujudnya peningkatan dan pengembangan kemampuan teknik dan taktik bertempur satuan infanteri yang profesional dan adaptif dalam melaksanakan tugas operasi ke depan.

Perlu diketahui pasukan Yonif Para Raider 305/Tengkorak Kostrad mulai dikerahkan menjalankan operasi sebagai Satgas Pamtas Mobile RI-PNG ke pedalaman Papua pada 11 November 2019.

Selama menjalankan operasi ada satu kisah sukses Pasukan Tengkorak Kostrad yang menjadi perhatian VIVA Militer, yakni ketika mereka berhasil menembus hutan belantara hingga bisa sampai ke Distrik Goa Baliem, Kuyawage, Kabupaten Lannyjaya, Papua.

Pasukan Tengkorak menembus masuk ke Goa Baliem pada September 2020, dan mereka menjadi prajurit TNI pertama yang berhasil masuk ke wilayah tersebut.

Distrik Goa Baliem bukan wilayah desa yang dekat dengan perkotaan, wilayah ini berada di pedalaman pegunungan tengah Papua. Untuk bisa mencapai lokasi dibutuhkan perjuangan yang amat berat, sebab medan menuju lokasi sangat berat.

Pasukan Tengkorak 305 harus naik turun gunung, keluar masuk hutan, menyeberangi sungai dan di bawah ancaman kelompok bersenjata OPM.

Setiba di distrik ini, pasukan Tengkorak dari Kompi Alap-alap langsung mendirikan pos keamanan dan berbagai fasilitas umum. Salah satunya adalah pembangunan pasar tradisional yang diberi nama Pasar Merah Putih 305.

Pendirian pasar sangatlah penting untuk menggerakkan roda perekonomian masyarakat setempat. Selama ini masyarakat menjual hasil buminya ke wilayah Wamena.

Sebelumnya Distrik Goa Baliem sangat mencekam, masyarakat terus dihantui ketakutan atas kehadiran para milisi bersenjata dari TPNPB OPM. Namun dengan kehadiran pasukan Tengkorak, semua ketakutan itu kini sirna.

Pasukan Tengkorak menjalankan tugas di Papua kurang lebih 10 bulan dan mereka kembali ke Markas Yonif Para Raider 305/Tengkorak di Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Oktober 2020.

Baca: Dampak Fatal Cium Pacar Bagi Penguasa Ilmu Laduni Kapten TNI Tatang