Berhati-hatilah dengan Gibah karena Amal Kebaikan Bisa Sia-sia

·Bacaan 1 menit

VIVA – Di hari pembalasan nanti yaitu hari kiamat amal kebaikan bisa saja ludes, tak tersisa akibat seringnya membicarakan aib orang lain atau gibah. Akibat gibah, membenci orang dan menzaliminya maka bersiaplah di akhirat nanti pelaku gibah tidak akan mampu memberikan satu amal kebaikan untuk orang-orang yang dicintai, ayah dan ibu, begitu pula kepada anak-anak dan isteri atau suami tercinta.

"Namun, engkau terpaksa harus memberikan banyak kebaikanmu untuk orang lain yang kau benci yang pernah kau ghibahi atau zalimi selama di dunia," ujar Ustaz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA dalam suatu pesannya. Jadi mari lindungi tabungan amal dari ghibah, jangan terkecoh dengan alasan-alasan indah yang menghiasnya.

“Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah) atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudia dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449, hadis Abu Hurairah.

"Anda bisa bayangkan, betapa ruginya. Anda yang susah payah beramal, eeh… orang lain yang memetik buahnya. Orang lain yang berbuat dosa, tapi Anda yang merasakan pahitnya. Dan Allah tidak pernah berbuat zholim sedikitpun terhadap hamba-Nya. Iya benar… ini adalah disebabkan kesalahan manusia itu sendiri. Ini dalil betapa tingginya harkat martabat seorang muslim, dan betapa besar bahaya daripada dosa ghibah," bebernya.

SUMBER ASLI

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel