Beri Keterangan Berbelit, Pelaku Penculikan Bocah di Jakpus Mengaku Sayang Korban

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi berhasil menangkap pelaku penculikan bocah enam tahun, Malika di Sawah Besar, Jakarta Pusat pada Senin (2/1) malam. Pelaku bernama Iwan Sumarno (42) alias Jacky memberikan keterangan berbelit-belit saat diperiksa.

"Dari semalam pelaku memberikan keterangan yang berbelit-belit. Masih terus kami dalami (motifnya) dan tentunya nanti juga akan kita kembangkan mulai dari awal terduga pelaku membawa korban sampai dengan hari ini," kata Kombes Pol Komarudin kepada wartawan, Selasa (3/1).

Namun, Kombes Pol Komarudin juga mengungkapkan bahwa pelaku mengaku ingin menjaga korban, MA (6), dan sayang kepadanya.

"Keterangan pelaku masih berbelit-belit. Mengaku bahwa dia hanya ingin menjaga MA, dia sayang dengan MA sehingga ingin mengajak untuk bisa menemaninya dalam keseharian yang bersangkutan," ujarnya.

Pelaku terancam dijerat Pasal 330 ayat (2) dengan ancaman hukuman 9 tahun. Namun, hukuman tersebut bisa berubah tergantung hasil pemeriksaan medis.

"Sementara ini Pasal 330 ayat (2) ancaman hukuman 9 tahun. Tapi sekiranya perkembangan terbaru dari medis, hasil visum, tentu kita jerat pasal yang lain," ujarnya.

Adapun pelaku mengklaim bahwa MA (6) tampak sehat saat ditemukan. Namun, kenyataannya korban ditemukan dalam kondisi kelelahan dan bingung.

"Saat ditemukan, korban dalam kondisi yang terlihat sangat letih. Sempat bingung karena banyak orang. Namun, setelah ditenangkan dan diingatkan akan ibunya barulah korban tersadar dan minta untuk segera pulang. Secara umum terlihat sehat," kata Kombes Pol Komarudin.

Kini, MA dibawa ke RS Polri Kramat Jati dan sedang dalam proses pemeriksaan medis. Kombes Pol Komarudin juga menjelaskan, MA akan mendapatkan bantuan psikiater.

"Korban kami bawa ke rumah sakit Kramat Jati agar dilakukan pemeriksaan baik fisik maupun psikis. Saat ini masih dalam penanganan tim medis. Agenda hari ini adalah kita akan menghadirkan psikiater," jelasnya.

Kasus dugaan penculikan Malika bisa terungkap berkat kolaborasi antara polisi dengan masyarakat. Komarudin mengatakan, masyarakat melihat kemiripan foto-foto yang disebar dengan seseorang kerap berseliweran di kawasan Tangerang.

Foto-foto beserta identitas pelaku penculikan sebelumnya memang telah disebarluaskan melalui media. Sedari awal, tim juga dibentuk untuk menelusuri jejak terduga penculik. Salah satu tim ditempatkan di kawasan Tangerang.

"Alhamdulillah setelah dilakukan penyisiran dari Cipadu, terduga pelaku penculikan bersama korban berhasil ditemukan di Jalan Wahid Hasyim Tangsel," kata dia. [ray]