Beri Peluang UMKM Tumbuh, Citayam Fashion Week Diminta Lebih Tertata

Merdeka.com - Merdeka.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo), Edy Misero mengatakan, kegiatan Citayam Fashion Week (CFW) akan memberikan multiplier effect terhadap ekonomi daerah. Salah satunya memberi peluang pertumbuhan para pedagang kecil atau para pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sekitar.

"Kalau dari sisi saya bahwa apapun yang dilakukan sepanjang berdampak atau impactnya terdapat ekonomi," ujar Edy, kepada Merdeka.com, Sabtu (30/7).

Menurut Edy, pemerintah seharusnya bisa lebih bijak dan luwes lagi untuk bisa memberikan alternatif sarana serta ruang mana untuk mereka bisa melakukan kegiatan tersebut tanpa mengganggu pengguna jalan dan jangan malah dibubarkan.

"Kondisi ekonomi sekarang itu adalah kondisi yang mustinya pemerintah membuka ruang seluas-luasnya untuk aktivitas-aktivitas positif, bahwa ternyata itu mengganggu trafic lalu lintas, itukan tinggal penataan. Tetapi aktivitasnya jangan dinyatakan berhenti tidak boleh kita kan menutup ruang untuk mereka berkreasi," jelas Edy.

Lebih lanjut, kata Edy, apabila kegiatan ini dilakukan di beberapa titik daerah maka tentu akan memberikan dampak ekonomi lebih baik ke depan di daerah lainnya.

"Jadi harus diberikan ruang kesempatan pendampingan sehingga hal-hal positif dari kegiatan itu bisa diterima bagi banyak orang," tambahnya.

Lokasi Citayam Fashion Week Bakal Dipindah ke Sarinah atau Plaza Selatan Monas

fashion week bakal dipindah ke sarinah atau plaza selatan monas
fashion week bakal dipindah ke sarinah atau plaza selatan monas.jpg

Wakil Gubernur DKI Jakarta menanggapi soal catwalk di Dukuh Atas yang dianggap sejumlah pihak telah melanggar undang-undang lalu lintas. Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI kata Riza berencana mencari alternatif ruang publik lain untuk 'Citayam Fashion Week'.

"Seperti yang sudah disampaikan oleh Pak Kapolsek, Pak Kapolres, teman-teman dari Kepolisian bahwa zebra cross itu digunakan untuk menyeberang. Tidak boleh untuk kegiatan lain termasuk fashion show," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Sabtu (23/7) malam.

"Hal ini tentu kita akan coba mencarikan tempat yang terbaik bagi anak-anak kita kalau ingin terus melaksanakan fashion week tersebut," lanjut Riza.

Menurut Riza lokasi lain semisal Plaza Selatan Monumen Nasional (Monas) juga bisa dijadikan pilihan. Mengingat Plaza Selatan memiliki ruang terbuka yang lebih besar dan jauh dari keramaian.

"Umpamanya bisa saja di Plaza Selatan depan sini, di situ kan enak tempatnya lebar ya kan. Ada tribunnya kan, bisa duduk di situ. Tidak mengganggu ketertiban umum, tidak mengganggu yang jalan, yang nyebrang, mobil juga tidak terganggu, mudah-mudahan," jelas Riza.

Riza menyampaikan pada prinsipnya Pemprov DKI akan mencoba mencari solusi terbaik bagi muda-mudi 'SCBD'. Selain itu, menurut Riza usulan Citayam Fashion Week pindah ke Taman Ismail Marzuki (TIM), hingga Sarinah juga bisa dipertimbangkan.

"Ya mengusulkan di Sarinah juga tidak apa-apa, selama tidak mengganggu saya kira nanti dikomunikasikan. Silakan nanti kita cari ruang-ruang terbuka yang baik ya," ujar dia.

Kemudian Riza menambahkan terkait izin untuk melakukan kegiatan di zebra cross Dukuh Atas yang dipermasalahkan juga tidak perlu. Riza mengklaim kegiatan seperti itu tidak membutuhkan surat izin dalam pelaksanaannya.

"Kalau kegiatan-kegiatan seperti itu tidak perlu surat izin ya. Yang penting dijaga ketertibannya," katanya.

Politikus Gerindra ini berpesan selama berkegiatan di Dukuh Atas para remaja tak membuang sampah sembarangan. Apalagi lanjut Riza, sampai kedapatan tidak pulang ke rumah.

"Saya minta jangan buang sampah sembarangan, jangan sampai tidur-tiduran sampai subuh, tidak pulang," tutup Riza. [bim]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel