Beri Penghormatan ke Korban Pesawat Ukraina, Warga Iran di AS Turun ke Jalan

Liputan6.com, Jakarta Warga Amerika Serikat keturunan Iran mengamati dengan cermat protes yang terus berlanjut di Teheran karena pengakuan militer Iran yang secara keliru menembak jatuh pesawat sipil Ukraina,. Insiden itu menewaskan 176 penumpang. 

Warga Amerika Serikat keturunan Iran turun ke jalan untuk menunjukkan dukungan mereka terhadap rakyat Iran. Pada Minggu kemarin, puluhan aktivis Iran - Amerika berkumpul di Washington D.C, untuk menghormati para korban kecelakaan pesawat Ukraina juga untuk menunjukkan dukungan kepada rakyat Iran yang menghadapi tindakan pemerintah terhadap protes baru-baru ini, seperti dikutip dari VOA News, Senin (13/1/2020).

Framarz Zafi, warga Amerika Serikat keturunan Iran yang menghadiri pertemuan Washington DC, mengatakan, "Orang-orang Iran tidak menginginkan perang. Mereka sudah cukup menderita." 

Tercatat dalam survei 2018 Biro Sensus Amerika Serikat, terdapat lebih dari 450.000 orang berlatar belakang Iran yang tinggal di Amerika Serikat. Aktivis dalam komunitas Iran - Amerika mengatakan mereka terus menyaksikan pekembangan ketegangan yang terjadi baru-baru ini antara Amerika Serikat dan Iran, setelah pembunuhan jenderal besar Iran, Qassem Soleimani, dalam serangan udara Amerika Serikat di Baghdad.

Cklara Moradian, seorang aktvis Iran - Amerika yang berbasis di Los Angeles mengatakan "Salah satu poin pertikaian terbesar adalah anggapan tentang keinginan untuk mendukung gerakan protes Iran terhadap rezim Islam di Iran dan pada saat yang sama tidak memainkan genderang perang". 

Tuntutan Demonstran Iran

foto: weather

Beberapa aktivis mengatakan bahwa terjadi perkembangan tuntutan demonstran Iran dari reformasi dasar ke perubahan rezim. Ahmad Batebi, aktivis HAM yang berbasis di Washington DC mengatakan "Jika Anda mendengarkan orang-orang di jalan-jalan Teheran dan kota-kota Iran lainnya, jelas bahwa orang-orang sudah lelah dengan rezim ini"

Ia mengatakan, "Di Iran hari ini, ada dua pemerintah, yang tampak dibagian luar, yang diwakili oleh orang-orang seperti [Presiden Iran Hassan] Rouhani dan [Menteri Luar Negeri Javad] Zarif."

"Yang lainnya adalah pemerintah yang bekerja di bawah bayang-bayang dan pemegang kekuasaan nyata yang diwakili oleh Pemimpin Tertinggi dan Korps Pengawal Revolusi Islam (IRGC)", Ungkap Ahmad Batebi. 

Pemerintah Amerika Serikat menetapkan IRGC sebagai organisasi teroris pada April 2019. 

 

Menjangkau Anggota Parlemen

Ilustrasi (iStock)

Kami menjangkau para anggota parlemen lokal [di Maryland] dan orang-orang yang belum mengerti untuk memberi tahu mereka bahwa Iran tidak seperti yang mereka lihat di televisi," kata Sadegh Amiri, aktivis Iran - Amerika lainnya yang tinggal di Annapolis, Maryland.

Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran di kalangan masyarakat Amerika Serikat tentang apa yang sebenarnya terjadi di Iran.  "Kami ingin orang-orang di Amerika Serikat memahami (bahwa) orang-orang Iran ingin hidup dalam kebebasan, dan bahwa rezim saat ini di Teheran tidak mewakili mereka," Ungkap Sadegh Amiri kepada Voice Of America.

Ali Afshari dari Iran untuk sekularisme dan demokrasi, sebuah kelompok advokasi yang berbasis di Amerika Serikat, mengatakan respon Iran - Amerika dapat menjadi efektif dalam dua cara.

"Pertama, perlu memperkuat suara-suara para pemrotes di lapangan. Kedua, kita harus lebih aktif dalam hal menjangkau anggota parlemen dan pembuat kebijakan di Washington DC. Orang Amerika - Iran memiliki tanggung jawab historis untuk menyampaikan informasi dan fakta yang akurat dari dalam Iran kepada orang-orang di Amerika Serikat, " Ungkapnya. 

Perbedaan di antara warga Amerika Serikat keturunan Iran ini mencerminkan keragaman politik, etnis dan budaya mereka.

 

Saksikan video pilihan di bawah ini: