Beri Semangat, Pebulutangkis Jepang Sarankan Yeremia untuk Tidak Terburu-buru Bertanding Lagi

Bola.com, Jakarta - Sayaka Hirota, pebulutangkis Jepang, menyarankan agar Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan tidak terburu-buru kembali bertanding. Menurutnya, penting untuk fokus memulihkan cedera.

"Jangan terlalu terburu-buru. Kalau sedang dalam proses penyembuhan, jangan ingin cepat-cepat bertanding karena yang tahu badan kita kan kita sendiri. Pelan-pelan saja nanti juga akan datang waktunya," tutur Hirota dinukil dari Antaranews.

Saran Hirota bukan tanpa alasan. Sebab, ia juga pernah menderita cedera anterior cruciate ligament (ACL) tahun lalu, namun tetap nekat tampil di Olimpiade Tokyo 2020.

 

Apes buat Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan, kondisi tersebut membuat cederanya makin parah. Bertanding pada perempat final Indonesia Open 2022, ia mengalami cedera di lutut kirinya.

Diprediksi Absen Hingga 6 Bulan

Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kalah dramatis dari pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Wakil Indonesia ini kalah 21-14, 12-21, dan 20-22. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Ganda putra Indonesia, Pramudya Kusumawardana/Yeremia Erich Yoche Yacob Rambitan kalah dramatis dari pasangan Malaysia, Aaron Chia/Soh Wooi Yik. Wakil Indonesia ini kalah 21-14, 12-21, dan 20-22. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Yeremia Rambitan mengalami cedera saat bertanding bersama Pramudya Kusumawardana melawan Aaron Chia/Soh Woi Yik (Malaysia) di babak perempatfinal Indonesia Open 2022, Jumat (17/6/2022) malam di Istora Senayan.

Setelah melakukan tes magnetic resonance imaging (MRI) di rumah sakit Pondok Indah, Bintaro, menurut dokter PP PBSI, dr. Grace Joselini Corlesa, MMRS., Sp.KO, Yeremia mengalami cedera lutut.

"Setelah berdiskusi dengan Prof. Dr. dr. Nicolaas C. Budhiparama, PhD, SpOT (K), FICS yang merupakan dokter spesialis ortopedi, Yeremia kemungkinan absen tiga hingga enam bulan, tergantung proses penyembuhannya. Dalam kasus Yeremia Rambitan akan kami lihat terlebih dahulu kasus cederanya seperti apa," tambah Grace.

Tidak Perlu Tindakan Operasi

Pramudya/Yeremia pun akhirnya kalah 20-22. Tanpa selebrasi berlebihan, pasangan Malaysia pun langsung menghampiri Yeremia Rambitan yang masih terbaring di lapangan. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Pramudya/Yeremia pun akhirnya kalah 20-22. Tanpa selebrasi berlebihan, pasangan Malaysia pun langsung menghampiri Yeremia Rambitan yang masih terbaring di lapangan. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Tindakan yang akan diambil nantinya antara lain adalah menyediakan pemain kelahiran 15 Oktober 1999 itu melakukan beberapa bulan sambil memeriksakan kondisi berkala.

"Saya sudah memeriksa kondisi Yeremia Rambitan dan kami melakukan operasi untuk mengambil tindakan untuk cedera lutut kirinya dan tidak perlu tindakan," tutur Grace dalam temu media di Istora Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (18/6/2022) sore.

"Nantinya akan melakukan beberapa tes untuk Yeremia dan tindakan lebih lanjut yang harus kami lakukan untuk menentukan prognosis lebih lanjut," ungkap Grace.

Fokus Penanganan Post-trauma

Momen haru pun berlanjut setelah Rexy Mainaky, legenda ganda putra bulutangkis Indonesia yang juga pelatih Malaysia, menghampiri Yeremia dan memeluknya di lapangan hingga menenteskan air mata. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)
Momen haru pun berlanjut setelah Rexy Mainaky, legenda ganda putra bulutangkis Indonesia yang juga pelatih Malaysia, menghampiri Yeremia dan memeluknya di lapangan hingga menenteskan air mata. (Bola.com/Bagaskara Lazuardi)

Melihat cedera yang dialami, menurut Grace, Yeremia mengalami sedikit gerakan yang diputar secara cepat dan tidak heran langsung mengalami sedikit masalah di bagian lututnya.

Saat ini, tim dokter dan psikologi PBSI terus bekerja sama untuk memastikan kejadian ini tidak menimbulkan trauma baik untuk atlet maupun pasangannya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel