Berita Bola MU : Sengsara Membawa Tak Nikmat ala Setan Merah, Nasib Erik ten Hag Gimana Dong ?

Bola.com, Jakarta - Sinetron 'Sengsara Membawa Nikmat', yang diadopsi dari novel karya Tulis Sutan Sati, sempat booming pada era tahun 1991. Nah, bagi Sahabat Bola.com yang pernah menonton, tentu akan ingat dengan kisah perjalanan hidup ala Midun, Maun, Halimah dan Kacak.

Pendeknya, tokoh utama sinetron ini, Midun, harus hidup bersusah payah, baik dalam mencari nafkah maupun cinta. Sampai akhirnya, ia sukses di Batavia lalu kembali ke kampung halaman, hidup bahagia, bahkan dengan tokoh yang sedari awal membencinya, Kacak.

Nah, bagi para pendukung Manchester United (MU), kisah ala 'Sengsara Membawa Nikmat' sempat mengemuka. Asa mereka agar bisa tampil di Liga Champions musim depan, atau minimal berada di zona empat besar klasemen Liga Inggris, begitu tinggi.

Kehadiran Cristiano Ronaldo dan pelatih sementara Ralf Rangnick, begitu memberi semangat. Terkapar di Piala FA, Piala Liga Inggris dan Liga Champions musim lalu, tak serta merta membuat fans MU sedih.

Sebaliknya, mereka sempat yakin kalau di balik kesengsaraan akan menghadirkan kebahagiaan layaknya cerita Midun dan Halimah di atas. Yup, harapan finis di empat besar begitu membuncah.

Bukan Hadiah

<p>Hingga peluit panjang dibunyikan skor 4-0 untuk kemenangan Brighton tak berubah. Dengan hasil ini, MU dipastikan gagal meraih tiket Liga Champions musim depan. (Gareth Fuller/PA via AP)</p>

Hingga peluit panjang dibunyikan skor 4-0 untuk kemenangan Brighton tak berubah. Dengan hasil ini, MU dipastikan gagal meraih tiket Liga Champions musim depan. (Gareth Fuller/PA via AP)

Sayang, seiring berjalannya waktu, bukan hadiah yang mereka terima, melainkan musibah. Lho kok bisa?. Kekalahan telak di markas Brighton akhir pekan lalu, menjadi 'kesengsaraan' yang memilukan. Bagaimana tidak, tim sebesar MU bakal absen lagi di panggung Liga Champions.

Pada pertandingan di markas Brighton, MU kalah telak, 0-4. Empat gol tuan rumah lahir via Moisés Caicedo pada menit ke-15, Marc Cucurella (49'), Pascal Grob (57') dan Leandro Trossard (60').

Wajah murung Ralf Rangnick seolah memberi konfirmasi kalau sejarah buruk MU di pentas Liga Inggris benar-benar tercipta. Satu yang paling parah adalah catatan kekalahan, kebobolan dan produktivitas merobek jala lawan.

Bagi penikmat MU, momen sekarang mengungkit kenangan pahit dalam beberapa momen, seperti musim 2013/2014 sampai tahun 1981. Memangnya ada apa dengan periode tersebut?

Kekalahan telak di markas Brighton membuat pasukan Ralf Rangnick tak mungkin lagi mengejar perolehan angka di atas 64 poin. Saat ini, MU mengumpulkan 58 angka. Artinya, meski menang atas Crystal Palace, akumulasi poin musim ini hanya 61.

Yang Terburuk

<p>Pesta gol Brighton dicetak oleh Moises Caicedo, Marc Cucurella, Leandro Trossard dan Pascal Gross. (Gareth Fuller/PA via AP)</p>

Pesta gol Brighton dicetak oleh Moises Caicedo, Marc Cucurella, Leandro Trossard dan Pascal Gross. (Gareth Fuller/PA via AP)

Oleh karena itu, catatan musim ini menjadi yang terburuk sejak 2013/2014, yang kala itu hanya sanggup mengumpulkan 64 poin. Tak hanya itu, MU juga tergolong tak berdaya kala bersua tim-tim besar.

Tercatat, setelah kalah dari Man City, Everton, Liverpool dan Arsenal sebelum ke markas Brighton, hasil itu memengaruhi mental. Terbukti, MU keok pada lima lawatan secara beruntun di Premier League. Kondisi ini terburuk sejak tahun 1981.

Ralf Rangnick mendapatkan pertanyaan dari jurnalis terkait performa buruk anak asuhnya. "Ya, memang sangat buruk, bahkan dari awal sampai akhir pertandingan," tegasnya.

Rasa malu Rangnick, Cristiano Ronaldo dkk juga tersurat dari fakta kebobolan. Mereka harus merasakan minimal 4 kali gawang jebol pada 12 pertandingan sejak Sir Alex Ferguson pensiun.

Fakta Kejutan

<p>MU harus mengakui keunggulan Brighton dengan skor 0-4.. (AFP/Glyn Kirk)</p>

MU harus mengakui keunggulan Brighton dengan skor 0-4.. (AFP/Glyn Kirk)

Fakta itu mengejutkan, karena ketika Sir Alex menangani MU, kejadian itu sangat jarang. Tercatat, MU di bawah Sir Alex hanya kalah 12 kali dengan kebobolan minimal 4 gol dalam 810 pertandingan.

Statistik tersebut selaras dengan lemahnya lini pertahanan. Bayangkan saja, mendapat kekuatan Harry Maguire dan Raphael Varane, mereka kebobolan 56 gol sampai pekan ke-37 Liga Inggris musim ini.

Satu lagi yang membuat dunia terkejut adalah level produktivitas yang sangat rendah untuk ukuran MU. Sampai pekan ke-37, mereka hanya 57 kali menjebol jala lawan.

Kini, fans MU beharap Erik ten Hag bisa menyelesaikan pekerjaan rumah dengan cepat. Lagi-lagi, asa terhadap keberadaan eks pelatih Ajax Amterdam tersebut juga tinggi.

Video MU

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel