Berita Negatif Soal Hiu Membuat Hewan itu Terancam Punah

Yahoo! News

Oleh Megan Gannon, Editor Berita | LiveScience.com

Serangan hiu selalu menjadi cerita yang hebat. Mereka menakutkan, kejam sekaligus memesona. Tapi cerita serangan hiu di media luput menyebutkan bahwa serangan mengerikan tersebut jarang terjadi.

Terlebih lagi, sebuah studi terbaru menunjukkan, cerita negatif yang tidak proporsional bisa membuat peluang hiu untuk bertahan hidup semakin kecil.

Sekelompok peneliti memeriksa berita mengenai serangan hiu di surat kabar Amerika Serikat dan Australia sejak Januari 2000 hingga Desember 2009. Dari 300 artikel yang berisi tentang hiu yang dipilih secara acak dari sampel ini, setengah lebih berita tersebut berisi tentang serangan hiu pada manusia. Hanya 10 persen dari artikel tersebut yang berfokus pada isu-isu pelestarian hiu dan hanya 7 persen bercerita tentang biologi atau ekologi hiu.

Pada 2011, ada 75 serangan hiu yang dilaporkan di seluruh dunia. Belasan serangan tergolong fatal. Meskipun angka tersebut relatif rendah, berita mengenai ancaman hiu pada manusia ditekankan pada hampir 60 persen artikel yang diteliti.

Sementara itu, lebih sedikit artikel yang membahas tentang pengambilan sirip hiu, polusi, hilangnya habitat dan ancaman lain terhadap hiu, yang merupakan predator puncak yang membantu keseimbangan ekosistem lautan dunia. Diperkirakan 73 juta hiu dibunuh setiap tahun untuk hanya diambil siripnya.

"Aspek yang paling penting dari penelitian ini adalah bahwa ancaman dari — bukan terhadap — hiu terus mendominasi liputan berita di media besar internasional," kata peneliti Meredith Gore, dari Michigan State University, dalam sebuah pernyataan. "Mengingat media mencerminkan pendapat sosial, ini akan menjadi masalah bagi pelestarian hiu."

Para peneliti juga menemukan bahwa hiu jahat tampaknya mendapatkan mendapatkan perhatian yang lebih. Dari 68 spesies yang terancam punah dari elasmobranch (subkelas yang mencakup hiu), kelompok hiu gigi tombak dan hiu martil hanya satu artikel yang menyebutnya dari 300 artikel yang ada dan hanya disebutkan sebanyak 19 kali.

Sebaliknya, ada 171 yang menyebut hiu putih besar, hiu macan, dan hiu banteng, yang merupakan spesies tidak terancam punah tetapi terlibat dalam kebanyakan serangan pada manusia.

Studi ini dimuat dalam edisi terbaru jurnal “Conservation Biology”.