Berkah Imlek di Tahun Kelinci Air Bagi Pemain Guzheng

Merdeka.com - Merdeka.com - Sukacita menyambut perayaan Tahun Baru China atau Imlek 2023 dirasakan para pemain guzheng di Kota Medan. Mereka mendapat berkah dengan banyaknya job menjelang tahun kelinci air ini.

Salah satunya dari kelompok musik guzheng yang merasakan berkah itu yakni Jade Music Academy. Menjelang Imlek 2023, para pemain musik guzheng kebanjiran pesanan untuk tampil di berbagai acara. Sebelumnya, hal itu jarang didapat lantaran adanya pembatasan yang dilakukan pemerintah beberapa tahun terakhir lantaran pandemi Covid-19.

"Memang awalnya kami tidak boleh berkumpul dengan banyak orang di dalam suatu ruangan. Jadi kami mencicil latihannya. Buat grup-grup kecil. Kali ini bisa mengumpulkan murid-murid di tahun 2023. Kali ini berkumpulnya dengan banyak (murid)," kata Ngartini Huang pemain guzheng sekaligus pemilik Jade Music Academy, Jumat (20/1).

Kini, di tahun kelinci air, para pemain guzheng bagai mendapat durian runtuh. Sejumlah jadwal untuk tampil memainkan guzheng saat sebelum dan perayaan Imlek 2023 telah tersusun rapi di daftar tunggu.

"Biasanya menjelang Imlek beberapa hari baru ada job tampil. Tapi kali ini seminggu sebelumnya kami juga sudah diminta untuk mempertunjukkan permainan musik tradisional guzheng," ungkap Ngartini.

Ngartini melanjutkan, tahun ini mereka akan tampil di beberapa mal hingga restoran. Permintaan untuk tampil memainkan guzheng bisa dikatakan jauh meningkat menjelang Imlek 2023. "Biasanya tampil di mal dan restoran. Nah kami banyak diminta untuk menampilkan permainan kami," ungkapnya.

Menurut Ngartini, penikmat dan penggemar lantunan melodi dari guzheng di tahun 2023 semakin bertambah. Untuk menampilkan permainan yang apik, mereka telah berlatih sejak beberapa bulan belakangan demi bisa menambah lagu-lagu yang dimainkan dari guzheng.

"Sehingga saya dua bulan sebelumnya sudah banyak memberi latihan untuk murid-murid, baik yang junior maupun senior untuk menambah lagi lagu-lagu di tahun ini," ucapnya.

Belajar ke China

berkah imlek di tahun kelinci air bagi pemain guzheng
berkah imlek di tahun kelinci air bagi pemain guzheng

Para pemain guxheng sedang berlatih. ©2023 Merdeka.com/Uga Andriansyah

Untuk mengasah dan meningkatkan kemampuan para muridnya memainkan guzheng, Ngartini pun tak segan-segan untuk mengirimkan muridnya ke negara asal guzheng, yakni China.

"Kami mengadakan kerja sama kebudayaan, kolaborasi, dan mengikutkan murid-murid kami ke seminar-seminar guzheng agar standar mereka terjaga dan lebih ditingkatkan," tandasnya.

Diketahui, guzheng merupakan alat musik tradisional asal China yang melegenda. Alat musik tradisional asal China itu sejatinya hampir sama dimainkan seperti kecapi dengan cara dipetik.

Guzheng mempunyai bentuk seperti kotak yang cembung dan terbuat dari kayu sebagai kotak suara. Di atasnya terbentang 21 senar.

Guzheng pada awalnya hanya memiliki lima senar. Pada zaman Dinasti Qin dan Han jumlah senarnya bertambah menjadi 12. Selanjutnya, pada zaman Dinasti Ming dan Qing jumlah senarnya bertambah lagi menjadi 14 hingga 16. Kemudian, standar guzheng yang digunakan sejak tahun 1970 hingga saat ini terdiri dari 21 senar. [yan]