Berkah KTT G20, Warung Ayam Taliwang di Benoa Laris Manis

Merdeka.com - Merdeka.com - Kemeriahan perhelatan akbar Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 turut dirasakan para pelaku UMKM di Bali. Salah satunya Ni Komang, pemilik warung ayam taliwang di kawasan Benoa.

Warung makan yang menyediakan menu ayam taliwang, pelecing dan enak minuman segar ini laris manis. Bisanya warung makan ini beroperasi jam 8 pagi, namun selama rangkaian acara berlangsung dia sudah buka dari jam 6 pagi. Waktu tutup warung pun hingga tengah malam dari biasanya yang tutup jam 8 malam.

"Saya sudah buka dari jam 6, kalau tutup bisa sampai tengah malam. Semalam saya tutup jam setengah satu," kata Komang saat berbincang dengan merdeka.com, Benoa, Badung, Bali, Kamis (17/11).

Ni Komang sengaja membuka lebih awal dari biasanya. Sebab kebanyakan pelanggannya merupakan anggota brimob yang bertugas di kawasan Benoa. Mereka biasanya pagi sudah datang untuk sarapan dan mulai bekerja jam 7 pagi.

"Banyak Brimob dari Aceh yang makan di sini kalau pagi. Kan di dekat sini ada posko pengamanan," ungkapnya.

Dalam sehari Ni Komang pun mampu menjual ayam taliwang hingga 8 kilogram. Melonjak drastis dari biasanya hanya 2 kilogram. Bahkan di hari biasanya ayam 2 kilogram yang disediakan tidak habis terjual.

Selain pasukan Brimob yang berjaga, banyak juga turis lokal yang makan di tempatnya. Biasanya mereka memang datang untuk menghadiri acara KTT G20.

Momen ini juga dimanfaatkan Ni Komang untuk menjual merchandise G20. Dia sengaja mencetak dan menjual kaos berlogo lambang G20. Buah tangan tersebut ditawarkan kepada setiap yang datang. Tak banyak yang dicetak, hanya sekitar 2 lusin saja.

"Kemarin saya buat 2 lusin, sudah habis 1, tinggal selusin lagi," kata dia.

Terkait omzet yang didapat Ni Komang enggan membeberkannya. Namun dari pendapatan selama persiapan hingga puncak acara, cukup untuk membayar sewa warung makannya.

"Ya cukuplah buat bayar kontrakan ini. Saya kontrak di sini Rp 2 juta per bulan," pungkasnya. [azz]